Pages

Showing posts with label Pernik hati. Show all posts
Showing posts with label Pernik hati. Show all posts

08/02/2017

Puisi Untuk Gusti di Museum Ullen Sentalu

Kembali ke kota Yogyakarta seperti kembali ke romansa tentang perjalanan lalu. Iya... Yogyakarta salah satu kota yang memiliki cerita manis tersendiri di dalam arsip perjalanan hidupku. Kota pelajar, kota keraton, kota yang menyimpan banyak sejarah masa lalu tentang negri ini, kota gudeg, kota bakpia, kota di mana salah satu keajaiban dunia borobudur berada. Kota dengan candi dan pantainya, kota dengan berjuta cerita manis yang mengendap di setiap relung kenangan mereka yang datang dan pergi di kota ini, kota yang ramah dengan inggih-inggihnya warga Jogja yang membuatku merasa pulang.

Awal bulan lalu aku kembali menemukan alasan untuk lagi merasa jatuh cinta pada kota ini. Bukan hanya pada setiap lintasan kenangan yang pernah terjadi kala itu. Bukan hanya tentang sebuah kedai dengan lampu-lampu redup menampilkan bayangan teduh yang menatapku dalam. Bukan tentang jalanan bertabur lampu malam yang mengendap dalam ingatan, karena sekeping asa yang berpendar di sana. Bukan hanya tentang cinta tanpa kadaluwarsa, tanpa spasi dan koma. Aku kembali merasa jatuh cinta pada sebuah tempat di mana labirin masa lalu membawa kita melewati waktu seolah kembali ke masa itu, masa di mana para putri dan raja berada di balik tembok istana. Yang bercerita tentang budaya, sejarah juga cinta.

Museum Ullen Sentalu Yogyakarta

08/02/2016

SENJA




" Irma senja ? masih saudaraan sama penulis Bunda Pipit senjakah mba ? "

Beberapa kali saya mendapat pertanyaan seperti kalimat di atas, heuheu... nggak ada hubungannya sama sekali sebenarnya dengan penulis novel bunda Pipit senja kok. Saya menambahkan nama senja karena Senja adalah nama putri saya, Tazkia Senja. Jadi Irma Senja itu adalah Irma bundanya Tazkia Senja... gitu deh maksudnya :D

Dan menambahkan nama senja di belakang nama putri saya pun tentu bukan tanpa alasan. Saya suka suasana senja, menurut saya senja ... fenomena langit ketika matahari turun ke peraduannya adalah saat - saat yang magis, misterius sekaligus indah. Misterius karena menuju malam, ketika matahari terbenam dicakrawala dan tirai langit malam mulai turun... menutup hari, mengingatkan semua orang tentang hari siang yang tlah usai. Seolah mengingatkan pada kata pulang... tentang sebuah jeda, ketika adzan berkumandang pada surau atau masjid, senja menuntun siapapun untuk sejenak menepikan segala. Menepikan hati pada yang maha tinggi. Tapikan sekarang senja justru kadang menjadi awal menuju malam yang penuh cahaya ?? benar,... tapi senja dalam ingatanku di masa lalu adalah senja yang menjadi penutup hari. Senja yang mengingatkan pada waktu, bahwa semua hal ada batasnya...

02/02/2016

Jangan Cintai Aku Apa Adanya, Aku Tidak Mencintaimu Apa Adanya

Credit

Dear Love,...
Maaf…, aku tidak mencintaimu apa adanya. Aku mencintaimu hingga aku ingin semua hal yang terbaik kamu raih dan kamu dapatkan. Aku ingin kamu tampil baik, karena aku ingin semua menghargai keberadaanmu dengan baik. Aku ingin kamu sehat, karena menjadi sehat adalah cara terbaik mensyukuri kehidupan. Aku ingin melihatmu meraih impianmu, karena setiap orang memiliki impian-impiannya tersendiri.

Aku ingin mendorongmu mengejar mimpimu, karena mencintaimu tidak cukup duduk menunggu kamu meraih segalanya. Aku ingin menjadi suporter terhebatmu, yang kamu libatkan dalam pencarianmu mengejar impian, meski hanya menjadi sandaran dan teman diskusi ketika kamu lelah melarung hari, yang menguatkanmu ketika kamu jatuh. Dan memberimu senyuman termanis ketika kamu meraih semua yang kamu inginkan. Dan memberimu pelukan ketika kamu butuh di kuatkan.

28/01/2016

Chiken Soup For The Soul

 
Sebagian koleksi buku Chiken soup favoriteku :)

Seharian kemarin saya memilih diam di rumah, kecuali untuk mengantar dan menjemput anak-anak. Rasanya badan belum pulih dan saya sedikit kelelahan. Semalam saat hubby pulang dari tugasnya di luar kota, belio berkomentar kalau wajah saya terlihat pucat dan kuyu.

Itu sebabnya, diam dan istirahat di rumah adalah pilihan tepat. Sambil beristirahat saya pilih membaca buku. Mencoba mengais inspirasi karena PR menulis masih banyak tapi ide entah menguap kemana. Sebuah buku lama, kumpulan kisah yang di rangkum dalam satu buku berjudul " Chiken Soup for The Soul " menemani saya siang tadi. Kumpulan kisah Chiken Soup dengan berbagai edisi ini memang menjadi buku motivasi favorite saya sejak lama.

Kisah-kisah nyata yang ringan, sederhana namun di tuliskan dengan indah dan penulisan kata yang sarat makna. Quote-quotenya menjadi inspirasi hidup yang mencerahkan. Beberapa edisi chiken soup menjadi sahabat saya ketika berjuang melawan kanker. Episode sulit itu sudah terlewati, tapi prosesnya masih terus hidup dalam kenangan saya. Sebagai pengingat betapa hidup begitu penuh warna dan perjuangan. Dan kumpulan buku Chiken soup menghangatkan hati saya ketika menjalani proses yang tidak mudah itu.

Ada catatan yang bagus sekali dari buku chiken soup yang berjudul Menemukan Kebahagiaan, saya coba rangkum untuk siapapun yang sedang mengalami saat sulit dalam hidupnya. 10 langkah untuk mereka yang sedang mengalami masa-masa sulit.

02/01/2016

Harapan ( HOPE )


 Credit 

Menurut wikipedia Indonesia :

Harapan atau asa adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan berbuah kebaikan di waktu yang akan datang. Pada umumnya harapan berbentuk abstrak, tidak tampak, namun diyakini bahkan terkadang, dibatin dan dijadikan sugesti agar terwujud. Namun ada kalanya harapan tertumpu pada seseorang atau sesuatu. Pada praktiknya banyak orang mencoba menjadikan harapannya menjadi nyata dengan cara berdoa atau berusaha.

Pentingkah menjaga harapan di dalam diri ?? jika berharap atau memiliki harapan adalah sesuatu yang baik, sesuatu yang akan membuat kita menjadi manusia yang lebih baik, lebih bahagia. Kenapa tidak ?. Harapan mampu menggerakkan dan menguatkan seseorang, saya ingat sekali ketika sedang berjuang melawan kanker colon beberapa tahun lalu. Selain karena Alloh masih begitu berbelas kasih dan memberikan saya kesembuhan, salah satu faktor yang membuat saya mampu bertahan adalah harapan untuk sembuh dan terus menemani anak saya. Saya jaga harapan dan saya dekap keyakinan bahwa saya akan sembuh dan akan baik-baik saja. Harapan untuk terus bersama buah hati yang saya kasihi ternyata mampu menguatkan saya melewati hari-hari panjang penuh rasa sakit. Tanpa ada harapan, saya mungkin akan mudah menyerah, putus asa dan memilih kematian. Tanpa adanya harapan, saya mungkin akan menyerah dan sudah kalah sebelum berperang melawan kanker.

Pepatah bijak menuliskan " “Manusia dapat bertahan hidup selama 40 hari tanpa makan, 3 hari tanpa air, 8 menit tanpa udara, tetapi hanya dapat bertahan hidup 1 detik tanpa harapan.” 

16/11/2015

Menepikan Hati dan Kopi

The Ultimate, salah satu menu variasi kopi favorite di Bengawan solo coffee
 
Entah sejak kapan saya jatuh cinta pada kopi, minuman berwarna gelap ini belakangan mulai saya akrabi. Meski saya tidak berpaling dari teh hijau atau smoothies, kesukaan saya seolah bertambah. Meski bukan kopi hitam yang terlampau pekat, hanya kopi dengan aneka variasi seperti Vanilla latte dan lainnya, tetap saja bahan dasarnya kopi. Saya pikir, mungkin sejak berkarib dengan seorang pencinta kopi atau saya memang mulai membutuhkan kaffein dalam hidup saya ? oh NO.... 

Kebiasaan buruk dari seorang Leo adalah, melakukan apa yang di larang sebagai bentuk pelampiasan rasa. Nah loh... misalnya di larang makan mie instan oleh dokter, ketika kesal maka makan mie instan lalu menyesal sesudahnya. Jangan minum kopi, karena setelah minum kopi perut selalu mual dan tidak nyaman. Ketika jenuh, iseng dan mood tidak baik... minum kopi ! efeknya...? Mual, perut gak nyaman, tapi karena sering di lakukan akhirnya malah menjadi bentuk pelarian baru. 

Trus sejauh apakah kesukaanmu pada kopi
Tidak secandu Mira sahid pada kopi, tidak segila Sumarti saelan pada K-Pop, 
tidak seberat rasa sayangku sama kamu #LoL, sekedarnya... ketika hati ingin menepi sejenak dari rutinitas segelas air putih dan lemon, ketika bosan bertemu green tea, saat jenuh pada juice atau lelah pada keseharian yang menuntut perhatian. 
Saat saya butuh menepikan hati dan kopi ( bukan kopi hitam ),... menjadi teman.
Seolah sejenak memilih rasa yang berbeda untuk menyeimbangkan dan mengembalikan rasa kerinduan pada yang biasa dan seharusnya saya akrabi...

- Cerita Pagi -

14/11/2015

Mantan Pacar






 Credit 

Gegara nimbrung di salah satu group WA yang lagi seru ngebahas mantan, jadi nulis soal mantan...pacar. hahaha. Tapi bukan berarti mau membuka lembaran yang sudah lalu, menggalau,lalu mellow trus ngayal andai waktu terulang kembali. NO,...BUKAN ! Buat saya mantan berada di urutan kenangan yang nggak perlu mendapat penghayatan terlalu banyak. Sekedarnya saja, kalau pas ada yang ngingetin atau ada hal-hal yang membuat kita terkenang kembali sang mantan ...ya ingat saja sekedarnya, karena cara kerja otak kita kan begitu. Gak mungkin ketiplek lupa sampai lupa segala-galanya kalau kita gak amnesia *mengutip kalimat mbak Donna*

Trus mau bahas apanya ?? yang serukan bahas kenangan manisnya, ciyeee....gula kali ya. Tapi saya gak akan bahas perjalanan perasaan atau cerita-cerita seru saya dengan mantan - mantan dulu. Karena kalau diingat-ingat sekarang udah gak ada indah-indahnya lagi. Saya mau iseng bahas soal fenomena yang mungkin terjadi saat ini dengan mudahnya akses untuk komunikasi, baik melalui sosial media atau melalui komunikasi langsung via gadget. Kemudahan komunikasi dan bertemu dalam dunia online/socmed. Mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat ternyata bisa mengubah yang sekedar mantan pacar menjadi lagu kehidupan yang berbeda, CLBK misalnya.

08/08/2015

Doa Sederhana

Cake tahun ini, pilihan kaka Tazkia dan Sean katanya... 
dengan tulisan " Happy b'day , we love you Mom.."
 
Langit senja melembayung sore tadi, tirai malam pelan menutup hari... namun kubiarkan jendela tetap terbuka. Angin berhembus beriringan memasuki kamarku. Aku pernah bercerita tentang perasaan yang tak kumengerti setiap jelang hari kelahiranku,entah apa sebabnya. Seolah kalbuku sesak dan rasa bergelombang didalam dada. Mungkin itu adalah sinyal bahwa peringatan hari kelahiran sejatinya adalah berkurangnya waktu kita hidup didunia. Selalu ada rasa sedih yang menyelinap diam-diam di antara bahagia yang datang.

Iya, ini hari kelahiranku... bertambah dalam hitungan angka, berkurang jatah hidupku didunia. Tidak ada pesta atau perayaan, biasanya hanya ucapan dan doa dari keluarga, kerabat dan sahabat. Tidak selalu ada souvenir, kado & hadiah... Kadangkala sekedar makan malam bersama, atau duduk berkumpul menikmati cake yang mereka siapkan untukku. Diantara hangatnya doa-doa yang aku terima, hatiku seringkali sibuk menata perasaan. Sibuk berdialog dengan berbagai macam suara yang hilir mudik di kepala dan hatiku.

Apa yang sudah kamu lakukan selama sekian tahun hidupmu di dunia ? apa manfaat yang sudah kamu berikan untuk orang lain ? berapa banyak kebaikan yang kamu tanam, mengapa tahun-tahun berlalu kamu masih mengulang kesalahan, masih mengulang kelemahan, kecerobohan, seringkali tidak belajar pada hikmah yang datang. Masih bangga pada diri sendiri, masih mengedepankan ego, memperturutkan arogansi yang berdalih manusiawi dan harga diri, sedangkan kekaguman dan kasih sayang mereka mungkin karena Alloh masih menutup aib-aibmu, kelemahan dan kesalahanmu.
Masihkah bertemu hari kelahiran di tahun-tahun selanjutnya untuk terus belajar memperbaiki dan membenahi diri. Waallahualam,... 

12/01/2014

Selalu terjaga



Ada saat-saat ketika aku takut meski hanya berharap. Aku pikir itu wajar bagi seorang penyintas kanker. Meski aku terus berusaha hidup sebaik mungkin, berdamai dengan kecemasan bayang-bayang kanker jelas tidak mudah. Aku tetap bersibuk ria, bersuka cita disatu waktu dan kadangkala terpuruk diwaktu lainnya. Aku penyintas kanker usus besar, hidup bagiku adalah anugerah. Meski kadang limbung ketika cubitan-cubitan kecil terus menghampiriku. Ketika tubuhku terus menjadi ujian bagiku.

05/01/2014

Tanpa Judul





Aku suka ruang ini, saat suara air berbunyi deras
dengan mesin pompanya yang kubiarkan terus menyala.
Dan suara-suara dipenggorengan,
pisau beradu ditalenan.
Menyamarkan suara tertahanku,
menyamarkan gerimis di mataku.
Ya Rabb,...aku lemah tanpa penjagaanMU.


* Entah celoteh apa ini dipagi buta...

01/01/2014

Gerimis pagi di januari


Aku memandangnya sepagi ini, luruh begitu saja menyentuh bumi.
Lembut membasahi dedaunan, melebur di sela akar-akar
dan tabah terserap tanah.
Menggemburkan ladang harapan, menyemaikan putik impian.

Aku masih terus memandangnya,
dari balik jendelaku yang bersekat.
Sesekali jemariku menggapai, berharap kesejukannya mengaliri setiap
jengkal dari buku jariku.

Gerimis di pagi hari kadang menjadi ilusi,
mengembalikan rekam jejak ingatan tentang hari kemarin.
Serupa aromanya yang menghembuskan hawa panas dari tanah basah.
Mungkin juga mengembalikan apa yang sejatinya tak ditempatnya.

Gerimis yang menyamarkan tawa dan tangis,
mengumpulkan kenangan terserak,
penghapus jejak yang tertinggal,
dan merekam sejuta harapan disetiap bait rinainya.

Gerimis pagi di januari,
mungkin air mata langit tentang waktu yang terus melaju,
atau penyejuk bagi harap cemas para petani. 
Mungkin juga irama para perindu...

Aku masih memandangnya,
gerimis pagi di januari...
bagiku tak hanya laksana ribuan jarum menghujam bumi
tapi berkah melimpah dari Yang Maha Tinggi.


Selamat tahun baru teman, sahabat dan semuanya ^_^

13/11/2013

Humaira


Credit


Aku masih di sudut ini, siku dari sebuah ruang bernama kehidupan.
Tidak ada yang akan menyadari betapa tatapanku hanya lurus memandang ke satu titik.
Saat bola mataku yang hitam hanya menujumu.

Kamu seperti drama Tuan,
yang tidak sejak awal tayang sudah aku gandrungi.
Tapi disetiap episode lanjutannya aku terpesona dan tidak bisa berhenti,
bahkan untuk sekedar mengalihkan pandangan.

Ini bukan tentang pesona visualmu yang membiusku,
ini tentang debaran tak kasat mata yang kau alirkan diam-diam lewat semesta.
Dan menemukanku dalam gelombang yang sama.
Ini tentang lintasan ingatanmu yang terus kau hidupkan,
meski waktu berjalan cepat atau lambat.

03/11/2013

Nilai anak turun mari koreksi diri

Akhirnya nilai ujian mid semester kedua buah hatiku dibagikan, dan nilai-nilai keduanya terjun bebas. Beberapa mata pelajaran mereka nilainya tidak bagus. Sebagai bunda tentu saja saya kecewa tapi itu tidak membuat saya uring-uringan lalu memarahi mereka, tentu selama awal semester ini saya tetap mendampingi mereka belajar tapi kenyataan nilai-nilai kedua anak saya mid semester ini anjlok membuat saya harus mengoreksi diri saya sendiri.

Dan inilah hasil koreksi saya pada diri saya sendiri,

- Saya kurang tegas menegakkan disiplin, masih mudah luluh saat mereka merajuk atau parahnya merayu emaknya ini dengan wajah memelas mereka.
- Saya terlampau memanjakan mereka,  gak tega kalau mereka meminta sesuatu padahal jelas itu diluar peraturan yang saya buat sebelumnya.
- Sebagai Bunda saya kurang konsisten soal disiplin tadi.
- Mungkin saja saya juga kurang fokus dan hanya sibuk dengan kegiatan saya, anak-anak mungkin tidak hanya membutuhkan kehadiran Bundanya saat mereka belajar dan di rumah tapi fokus orang tuanya terbagi juga pada hal lain. Saya berfikir multitasking itu tidak lagi cukup baik dalam mendampingi anak-anak. Kita pasti sering ya mak, multitasking. Sebagai emak kita pasti jago melakukan beberapa hal dalam waktu bersamaan.

28/10/2013

Benang Merah


Image By Google

Yang kamu bilang benang merah itu mungkin seperti,
meski waktu berjalan cepat atau lambat
kita jauh atau dekat...
terucap atau terendap, kita masih terus bersama.
 dalam hati yang saling mengikat.

Iya, benang merah kita...

18/10/2013

FlashFiction maybe : Survivor


Dok. Pribadi

Udara tampaknya akan cerah hari ini, setelah menyempatkan yoga dan sarapan beberapa potong buang mangga aku mandi dan bersiap lalu mengendarai mobilku menuju acara keren yang akan memperkaya batinku. Sengaja kupakai blouse pinkku, dengan kulot warna lembut dipadu wedges. Syukurlah acara belum dimulai, standing banner dan pernik-pernik acara tampak serasi dengan blouse yang kupakai, pink cantik. Seminar dipaparkan, aku menyimak dengan penuh perasaan. Senang,...wawasanku akan bertambah.
Tiba pada sesi tanya jawab, telunjukku terangkat.

" Saya seorang survivor kanker kolon atau usus besar, bagaimanakah kemungkinan atau resiko untuk saya terhadap kanker payudara atau breast cancer. Terima kasih "

Narasumber itu menjawab " Sebelum saya divonis kanker payudara, saya menderita kanker kolon... "

Note : Sesaat ada yang tercuri hari ini, riangku...

06/10/2013

Rumah Abadi Hanya Ada di Langit




 Dok. Pribadi 

Seperti bumi yang menerima dengan rela,
rintik hujan dan terik membakar dari sang surya.
Aku ingin dengan rela menerima segala,
tidak menangis ketika badai menerbangkan sukaku.

Seperti daun-daun kering ,
luruh jatuh ke tanah terinjak kaki-kaki
 tidak terluka dan marah pada angin,
yang menerbangkan dari ranting dan pohon.

Meski tak seteguh karang-karang,…
yang kukuh meski diterjang gelombang,
aku ingin menjadi aliran sungai kecil,
tenang,… sopan pada perahu-perahu
ramah pada ikan-ikan, tapi sampai di lautan.

Pada perjalanan yang membawaku pada arus dan gelombang,
aku ingin menjadi diam,
diam menerima,
diam dengan ikhlas,
diam bersama senyuman,
karena kehidupan adalah menerima dan dipahami dengan indah
karena kehidupan tidak kutakuti,
hanya ingin ku jalani , kunikmati dan ku syukuri…
  
* Mengabadikan catatan hati pada dinding virtual meski rumah abadi hanya ada di langit, karena masa muda abadi hanya ada di langit... * 

Note :  Sedang menikmati efek obat, MasyaAllah... *balikin semua cermin*  

04/10/2013

Ruang Harapan


 

Aku masih terlelap saat seorang suster memasuki kamarku, memeriksa aliran infusku dan mengecek detak jantung dan suhu tubuhku dengan seksama. Aku tersenyum sembari menggumamkan  " Selamat pagi, Sus.. "
Wajah ramahnya terus menyunggingkan senyum  " Bagaimana mba, sudah lebih enakan ? setelah minum obat tidur bisa tidur pastinya ya " tanyanya ramah.
Aku mengangguk " Bagaimana jadwalku hari ini ? apa aku boleh istirahat atau...? " aku sengaja menggantung pertanyaanku, menggoda meski aku tahu jawabannya, siapa tahu aku beruntung dan bisa istirahat di ruanganku hari ini. Tubuhku masih nyeri hingga keseluruh sendi-sendi, rasa mual yang menerus, lemah dan perasaan tidak nyaman yang hanya membuatku ingin tetap tinggal di atas tempat tidur dan tidur sepanjang waktu..

Suster itu menjawab " Hari ini mba harus tetap menjalani khemotheraphy, meski lengan mba sudah memar-memar tapi jadwal untuk seri pertama adalah 5 kali dan tidak boleh ada jeda. Ini hari terakhir untuk seri pertama loh...kalau kondisi mba baik, nanti sore begitu selesai sudah bisa pulang "
Sedikit menghibur, dia tahu betapa seri pertama dari rangkaian khemotheraphyku sudah membuatku lelah.

Secara perlahan seluruh sel-sel dalam tubuhku dihancurkan, khemotheraphy yang bertujuan membunuh dan membasmi sel-sel kanker di dalam tubuhku mau tidak mau juga menghancurkan semua sel termasuk sel sehat. Ya ini adalah rangkaian peperanganku melawan kanker kolon ( usus besar ) stadium 3 setelah dua kali operasi pembedahan, dan tidak ada yang menyangka jika 5 tahun kemudian aku menjalani kembali operasi pemotongan tumor yang ke 3. Rangkaian umum bagi seorang pasien kanker, pembedahan, khemotheraphy, bahkan radiasi. Syukurlah aku tidak harus membiarkan diriku pasrah menjalani radiasi. Meski khemotheraphy intravena dan oral harus aku jalani dengan suka cita kalau mengeluh dan menunda hanya membuat sel kanker ganas itu berdansa riang.

19/09/2013

Seringan angin



Yang menyebalkan jadi seorang penyintas adalah bahwa seumur hidupmu, meski hanya merasakan nyeri pada abdomen, kepala, atau dada dan bahumu. Mungkin hanya karena salah makan atau kelelahan biasa. Bahkan dokter sekalipun akan berfikir pada kemungkinan sel nakal itu bangkit kembali dari remisinya.
Dan itu sangat menyebalkan,....

Yahhh begitulah temans, dokter di klinik yang saya temui kemarin menolak memberi saya obat untuk menghilangkan rasa tidak nyaman dan nyeri di tubuh saya. Dokter baik hati itu malah meminta saya menemui onkology saya hari ini. Kenyataan saya tidak boleh diberi obat sembarangan bahkan meminimalisir antibiotik membuat dokter di klinik yang saya kenal baik pun enggan memberi saya resep.

Saya jadi ingat saat saya menemui dokter kandungan untuk memasang IUD untuk KB, membaca rekam medik saya. Untuk pasien lain hanya langsung pasang saja setelah datang sehabis masa menstruasi dan sebelum melakukan hubungan suami istri. Prosesnya mudah saja. Tapi gak terjadi bagi saya, untuk memasang IUD atau spiral saja saya bahkan harus melakukan berbagai macam test seperti papsmear, periksa darah dan USG Abdomen. Saya sempat protes saat itu,... tapi saat dokter menjelaskan hal-hal yang sebenarnya saya tahu karena saking seringnya mendengar kalimat itu diucapkan, saya menurut.

18/09/2013

Si Jutek


Selamat pagiiii,.... setelah dua hari ini kondisi badan #Galau trus alias gak fit, alhamdulillah pagi ini enakan dan memutuskan untuk ke dokter. Kok udah enakan malah ke dokter ?
Sebenarnya rasa nyerinya masih hilang timbul, heuugh...bukan sesuatu yang baru ya kalau ada rasa nyeri di dalam tubuh. Sebenarnya obat penghilang sakit habis, dan harus ketemu dokter untuk dapet resepnya lagi kan ? Hubby sempat menawarkan diri untuk nganter ke dokter tadi, tapi membuatnya terlambat ke kantor sedangkan saya masih kuat nyetir kayanya gak bijaksana deh.

Hehehee,...mendadak saya ketawa sendiri nih karena buka inbox di FB, seorang teman di SMA menyapa saya. Sebenarnya saya masih lupa-lupa inget dulu dia yang mana ya ? *_*
Akhirnya terbayang sih, gak akrab juga bahkan seingat saya gak pernah ngobrol atau berinteraksi gitu. Dia sih tahu dan kenal saya katanya, secara siapa juga yang gak kenal Neng Irma ya. Yang kalau upacara sering pingsan di lapangan :))) , meski tetep nekat ikutan jadi paskibraka. Sukses jadi paskibraka di SMA begitu pelantikan paskibraka di kabupaten pingsan dong #ngikik
Setidaknya semangat dan jiwa saya kuat sebelum akhirnya menyerah sama kondisi fisik *hikss.

Jadi setelah basa basi tanya kabar dan tanya inget gak sama saya ? kata dia, saya jawab yang mana ya? eh dia bilang irma gak pernah bersosialisasi sama teman-teman cowok sih.
Saya jawab, iya... tapi teman-teman cowoknya juga kayanya segan berteman sama saya. Teman saya langsung membalas " Gimana gak segan bu, dirimu dulu jutek bahkan lebih dari jutek tapi judes hahahaa... "
Xixixiii,.. spontan aku tertawa ngakak :)))
" Tapi karena juteknya itu jadi pada penasaran tuh bu,... " si teman menambahkan, saya tambah terbahak. Maksudnya penasaran sejutek apa saya gituh ? *_*

16/09/2013

Pagi dan Sunyi



Pernahkah merasa sendiri ? dalam artian sungguh-sungguh merasa sendiri, seolah ada ruang berongga di dalam hati ? perasaan hampa, sesak, dengan air mata yang mengalir tanpa suara. Mengalir diam-diam hingga jauh ke dalam hati. Namun tak ingin bicara dengan siapapun, tak ingin bertemu siapapun.

Ada saat kesendirian adalah waktu dimana kita mendengar lebih jelas bisikan hati yang terdalam, mendengar sejujur apa hati kita berkata. Ada saat air mata hanya cukup untuk dialirkan, bukankah baik untuk menghalau debu dari lingkar bening matamu. Ketika kehampaan dan kesedihan begitu menyiksa, tidak akan kuperturutkan amarahku. Biarkan rasa sakit melayang bertemu muaranya segala rasa.

Apapun rasa yang berefek pada berubahnya suasana hati menjadi kelabu, kuterima dan rasakan. Bukankah dalam hidup semua ini biasa, semua orang akan merasa benar. Semua orang akan bersedih jika merasa tersakiti. Dan bisa jadi ini hanya pembelaan diri, bagi pihak lain mungkin saja kitalah biang kerok segalanya. Semua orang akan merasa benar, semua ingin membela diri. Menuding orang lain dan menyalahkan orang lain memang paling mudah.