Pages

Showing posts with label Mungkin Fiksi. Show all posts
Showing posts with label Mungkin Fiksi. Show all posts

28/12/2015

Di Jendela Tua


Angin bulan desember berhembus pelan melalui jendela tua yang terbuka, menerbangkan pashmina  panjang yang dia kenakan. Samar bibirnya tersenyum, mengingat sepenggal cerita, tentang sebuah perjalanan tak berujung, tentang cinta...

" Aku hanya mencintaimu, dulu...saat ini dan nanti. Selamanya... " 

" Aku juga,... " bisik wanita itu tanpa suara, hatinya riuh tentang banyak kata namun bibirnya terkunci begitu rapat.

Kalimat itu kembali terngiang di telinganya, seperti angin yang pelan membelai lirih terasa hingga membuat dadanya berdebar begitu keras. Tanpa sadar jemari tangannya dia tempelkan di dada, dia tekan perlahan seolah meredakan rasa sakit yang samar mengusik. Kalimat yang selalu dia dengar berulang sejak bertahun-tahun yang lalu tapi efeknya selalu sama dari waktu ke waktu. Selalu berhasil membuat dadanya merasakan rasa cinta dan sakit yang bersamaan.

" Aku tahu ini egois,... tapi tidak ada yang bisa menggantikan kamu, sekalipun dia. Kamu selalu jadi wanitaku. Selamanya .... " 

18/10/2013

FlashFiction maybe : Survivor


Dok. Pribadi

Udara tampaknya akan cerah hari ini, setelah menyempatkan yoga dan sarapan beberapa potong buang mangga aku mandi dan bersiap lalu mengendarai mobilku menuju acara keren yang akan memperkaya batinku. Sengaja kupakai blouse pinkku, dengan kulot warna lembut dipadu wedges. Syukurlah acara belum dimulai, standing banner dan pernik-pernik acara tampak serasi dengan blouse yang kupakai, pink cantik. Seminar dipaparkan, aku menyimak dengan penuh perasaan. Senang,...wawasanku akan bertambah.
Tiba pada sesi tanya jawab, telunjukku terangkat.

" Saya seorang survivor kanker kolon atau usus besar, bagaimanakah kemungkinan atau resiko untuk saya terhadap kanker payudara atau breast cancer. Terima kasih "

Narasumber itu menjawab " Sebelum saya divonis kanker payudara, saya menderita kanker kolon... "

Note : Sesaat ada yang tercuri hari ini, riangku...