" Biografi Senja "
Sesekali aku adalah hujan, rebah selaksa musim tak kenal zaman
pada bumi yang lebat beruban.
Sesekali aku adalah pujangga, merangkai kata serupa makna
pada sepenggal wajah bernama senja.
Sesekali aku adalah mimpi, berlabuh pada tidur-tidur pagi
menayangkan tragedi atau dramaturgi.
Sesekali aku adalah sunyi, mengalir disepanjang kali
sebelum matahari menyudahi.
Sesekali aku adalah operasi, menamakan diri khemotheraphy
membuat rambutmu tinggal segenggam,sebelum rapi kau tanam
pada sepotong biografi bernama senja.
Purbalingga 2012 ~ Ketika Desember hendak beranjak
" Ode bagi sepotong wajah berkerudung jingga "
Aku menyanjung hujan, sesekali mengutuknya.
Seperti sore ini ia merayu sunyi, memaksaku menziarahi kembali
Sepotong wajah berkerudung jingga
Bermata sanyu seperti mengajakku, dan basah setelah hujan rebah.
Disini diatas di tanah bekasi, lalu kau menyebutnya janji
Pada sebait puisi yang sempat aku kemasi
sebelum kata akrab dengan lupa.
Baiklah Senja, Meski waktu kian lebat beruban
dan musim semakin lupa dengan zaman
jemariku tetap menuliskan ode puji-pujian
Sebelum lidahmu akrab menjuluki : lelaki pengingkar janji.
Purwokerto ~ di pertengahan Desember 2012
" Sebait Elegi bernama sunyi "
Ah kata-kata ini semakin menua,
jatuh dan remuk tak terbaca
sementara angin setia memungutinya, mencatat lalu menitipkan pada senja.
Ah aku kubur saja kata-kata ini,
dengan sebait elegi bernama sunyi
Sebab langit tlah begitu tuli, bagi doa yang kupanjati.
Bumi manusia ~ Di penghujung Desember
# Ujarku,....
Entah sejak kapan barisan huruf begitu seenaknya
bermain, berloncatan, berirama di kepala hingga sudut-sudut hati.
Aku jatuh cinta pada puisi, entah sejak kapan
Mungkin sejak hati mulai berirama, mulai merasa...
Bagiku yang berkali-kali berkunjung, kecil tapi luas dan hangat didalamnya.
Ada bunda pendamping hidup muara segala cinta
atau si kecil Arsyad
penguasa hati dari sahabat ku ini.
Barisan Ode ini mungkin tercipta karena, jika aku bisa menyebutnya seorang sahabat
adalah karena beliau pandai mengartikan catatanku,
betapa pemilik dunia kecil bernama "Dunia Senja "ini
begitu jatuh cinta pada puisi dan diksi.
Mungkin karena puisi terlampau mudah lahir dan tercipta
dari ketikan jemari seperti begitu banyak inspirasi yang tertulis seorang Ibrahim di rumahnya.
Ini bentuk apresiasi ku pada kecintaanku pada puisi atau poetry,
ini karena terima kasihku,
Untuk Ode yang menghangatkan hati.
Terima Kasih dari Senja....
Image From Google
# Alhamdulillah puisiku yang ini jadi salah satu yang beruntung dapet GA
Semua tentang puisi nya Chika Rei
Terima kasih Chika ;)