Pages

30/05/2013

Terbang bersama virus





Pernah melakukan perjalanan menggunakan pesawat terbang dalam keadaan flu berat bahkan demam ? saya mengalaminya beberapa minggu lalu saat perjalanan pulang setelah mengikuti acara ASEAN Blogger di kota Solo. Dengan kondisi flu, batuk dan kepala berat jelas bukan ide yang baik melakukan penerbangan. Tapi gak tahan juga kalau harus pulang menggunakan bus rombongan seperti saat berangkat.

Melakukan perjalanan dengan pesawat jelas bukan transportasi favorite saya mengingat saya juga phobia ketinggian, dan saya gak tahu kalau flu berat akan semakin membuat perjalanan saya semakin melelahkan.

Saat pesawat sudah mulai bergerak naik (takeoff) kepala saya mulai terasa sakit, jelas ini bukan sakit yang biasa atau karena saya takut ketinggian karena diiringi dengan nyeri dibagian telinga yang sangat menyiksa. Telinga saya seolah perlahan menutup dan saat pesawat terbang semakin tinggi, nyeri dibagian telinga dan hidung saya semakin hebat. Saya berusaha fokus, dengan terus menutup mata dan menenangkan diri saya bahwa rasa sakitnya hanya sesaat, setelah pesawat terbang dengan stabil diketinggian tertentu rasa sakit ditelinga dan kepala saya akan berkurang. Ternyata sepanjang penerbangan saya terus menahan rasa sakit, sempat mencoba tidur tapi tidak bisa, untunglah dua teman saya Mba Alaika dan Mba Wylvera  kelelahan dan tertidur. Baru setelah landing dan sampai bandara perlahan nyerinya berkurang.

Setelah saya tanya om google dan konsultasi dengan om Petrus ( dokter saya ) sebaiknya memang kalau bisa hindari melakukan perjalanan dengan pesawat saat kondisi badan sedang Flu berat, apalagi jika penerbangannya memakan waktu cukup lama. Pertama tentu kita juga gak mau donk menularkan virus Flu ke seluruh penumpang, dan kedua merasakan telinga dan kepala sakit seperti yang saya rasakan. Penyebabnya karena pergantian tekanan udara yang berlangsung saat pesawat takeoff atau mendarat dari ketinggian tertentu, peristiwa tersebut bisa menyebabkan perbedaan tekanan pada gendang telinga. Kondisi ini akan semakin parah saat kita Flu seperti yang saya alami. Selain nyeri hebat pada kepala dan telinga, bahkan kondisi parah bisa mengakibatkan mimisan dan gendang telinga kita pecah. Hiiiii,...untung penerbangan saya kemarin gak terlalu lama ya dan hal terburuk tidak saya alami.

Ada beberapa tips yang saya baca dan bisa kita lakukan ketika terpaksa harus melakukan penerbangan saat kondisi badan sedang Flu berat. Cobalah untuk tidur saat mulai dan sedang terbang, jangan meminum minuman yang berkafein, usahakan menggunakan pakaian yang nyaman, longgar dan membuat kita rileks, mengunyah permen karet juga sedikit meringankan ( kemarin saya gak bawa permen karet), bawa obat-obatan pribadi seperti obat flu dan inhaler. Tips lainnya, kalau bisa jangan melakukan penerbangan saat Flu berat, percayalah kita gak akan bisa menikmati keindahan awan atau langit diketinggian ;)


17/05/2013

Kuliner emak di kota Solo


Banyak cerita yang tersimpan pada Road ASEAN Blogger Festival 2013 kemarin, selain kami bisa menambah wawasan dari para pembicara hebat seperti Bapak Hermawan kertajaya, Bapak Haz Pohan dan beberapa pembicara lain yang tidak kalah menarik. Pada hari kedua kami diminta memilih ke beberapa pilihan kelas, dan pilihan saya adalah kelas Culinary dengan pembicara Mas Arie Parikesit ( Beliau gak mau dipanggil bapak seperti yang saya baca di twitter ) :D

Kenapa saya tertarik dan memilih kelas Culinary tentu bukan tanpa alasan, alasan pertama saya memang suka masak. Bukan pemburu kuliner dan tidak terlalu gembul soal makanan, tapi saya perduli dengan apa yang masuk ke perut saya. Saya juga ingin menambah wawasan saya tentang makanan itu sendiri, awalnya saya fikir di kelas itu saya akan mendapat banyak info makanan bahkan resep tapi sepertinya karena keterbatasan waktu hal itu tidak saya dapatkan.

Dari paparan Mas Arie Parikesit, saya jadi tahu bahwa kuliner saat ini menjadi salah satu aset pariwisata yang sangat berpengaruh. Dengan adanya instagram, facebook, twitter dan lain-lain, para social media enthusiast (bener gak nulisnya) sering kali menjadikan makanan sebagai objek foto dan dishare ke media social, menjadi salah satu cara makanan menjadi salah satu perburuan para wisatawan.

Oleh-oleh dari Mas Arie Parikesit, Culinary without border - ASEAN :
* Unique
* Share the same spirit of celebrating heritage identity
* Focus on people as much as product - by the people as product - by the people for the people.

Kita juga pasti sering merasa ngiler dengan salah satu foto teman kita yang mengupload makanan saat dia berkunjung ke suatu tempat, misalnya. Dan bisa dipastikan saat kita mengunjungi tempat itu, makanan itu akan menjadi salah satu tujuan wisata kita untuk mencicipinya.
Saat kita datang kesuatu tempat, hal pertama yang kita cari adalah makanan... tidak salah Mas Arie Parikesit menyebutkan bahwa Kuliner menjadi salah satu industri kreatif yang diperhitungkan saat ini.

Dan gak salah donk, kalau selama di Solo pun saya dan beberapa teman ingin mencoba beberapa kuliner yang ada disana. Kami sempat ke pusat jajanan malam Galabo, dan kafe tiga ceret, juga keliling Solo malam hari dengan becak nyari nasi liwet dan roti bakar. Oh ya,..ada satu pusat oleh-oleh yang saya datangi sebelum saya pulang ke Jakarta adalah toko kue ORION. Saya sempat borong sekardus penuh aneka cemilan disana.Yang khas katanya bolu Mandarin, harganya cukup mahal dan saya sempat membayangkan seperti apa bentuk dan rasanya ya ?. Agak sedikit kecewa sih karena pas dibuka, ini seperti bolu lapis surabaya yang di Bekasi atau Jakarta harganya hanya sekitar 30 ribuan, dan dengan ukuran yang sama di Solo saya beli dengan harga 70 ribu. Rasanya enak tapi di bekasi juga banyak bolu begini dengan harga lebih murah pula *_*

Yang masih tertinggal di lidah saya adalah Nasi Liwet Wonso lemu, hemm yummy.  Saya juga harus terus menahan diri memilih makanan yang sebenarnya banyak yang ingin saya coba. Tapi karena batuk yang terus mengganggu membuat saya menahan keinginan untuk icip-icip aneka macam jajanan dan minuman. Dan saya batal menikmati kelezatan Selat Solo hiksss.....



Galabo, Nasi Liwet Wongsolemu, sampai kafe Tiga ceret dengan menunya yang murah meriah


Tapi saya gak melupakan makanan sehat yang harus tetap saya konsumsi, seperti buah dan sayuran.







14/05/2013

17 jam dalam Bus sampai Lojigandrung



Seperti postingan saya sebelumnya tentang sebuah event besar ASEAN Blogger Festival 2013 yang dilaksanakan di kota Solo, dan karena saya salah satu pesertanya maka tulisan ini mengawali perjalanan kami di kota pariwisata Solo yang untuk pertama kalinya saya kunjungi.

Tanggal 8 Mei sekitar pukul 4 sore, saya dan Susi Icus perwakilan dari komunitas Beblog menuju Bekasi Square menemui mba Wylvera yang sudah dengan gelisah menunggu di sana :D
Lalu kami menuju kanntor Bank BI tempat suami mba Wylvera bekeja yang akan mengantar kami ke terminal Lebak Bulus, meeting point Bus yang akan membawa kami ke kota Solo.

Saya memang sedang kurang fit, rentetan acara sejak persiapan Srikandi Blogger, lalu acara SB dilanjut pernikahan adik ipar saya di kota Kuningan Cirebon. Baru semalam ( tgl 7 ) saya di rumah di Bekasi esoknya tanggal 8 sudah menuju kota Solo. Wewww.... saya sempat membuat khawatir seluruh keluarga, yang sedikit cerewet soal kondisi fisik saya. Jadi dengan Bissmillah saya hanya berharap dengan perjalanan ini saya justru akan sembuh hehehe... :))

Dan, ternyata terminal Lebak Bulus lumayan jauh ya. Macetnya luar biasa, baru jam setengah 10 malam kurang kami sampai disana dan bergabung dengan peserta lain yang sudah hampir semua berkumpul.
Jam 10 lewat kami berangkat menuju kota Solo, saya sempat mengeluhkan pak sopir yang sangat lambat mengemudikan bus nya bahkan terkesan sangat berhati-hati. Tapi Suami dan mama saya justru bersyukur karena Bus nya tidak menyetir ugal-ugalan.
Di Bus kondisi saya ternyata tambah parah, batuk-batuk dan sedikit demam. Setelah minum obat, saya nyaris sepanjang jalan tidur dalam kondisi gelisah dan gak enak badan. Tebak... berapa jam kami sampai di kota Solo ? Yess.... 17 jam !

Bangunan hotel Kusuma Sahid Prince yang artistik menyambut kami sore itu, saya sedikit bersemangat karena bertemu dengan banyak teman yang sebelumnya hanya saya kenal lewat media blog atau dunia maya.
Saya sempatkan istirahat, mandi air panas dan berharap badan saya membaik. Oh ya... saya sekamar dengan dua blogger dari Surabaya yang sejujurnya belum saya kenal sama sekali, begitu pun blognya. Namanya mba Yuni dan mba Andini. * Haiiii....mbaaa ( dadah..dadah dari bekasi ).
" Senang mengenal kalian, maaf dengan batuk-batuk saya dan lebih banyak tidur dibanding ngobrol ya mba.... " :)

Malam itu sekitar jam setengah 8 malam dengan dress code batik yang cantik-cantik kami gala dinner dikediaman walikota Solo ( Loji gandrung) yang ramah dan sangat low profile. Dari makanan khas Solo sampai tarian tradisional menyambut kami malam itu. Saya terkesan dengan kediaman beliau, sangat klasik mengingatkan saya pada rumah nenek saya yang sampai detik ini masih berbentuk bangunan kuno di jawa tengah sana. Kami berkesempatan bertemu dengan Bapak Haz Pohan, sampai Favorite saya Bapak Hermawan K. Kami juga sempat dihibur oleh bapak walikota yang menyumbangkan suaranya yang berat namun merdu.

Setelah Gala dinner saya memutuskan masuk kamar hotel dan langsung tertidur hingga esok pagi.

# Bersambung yak, ijin rehat dulu  #Uhuuuk...uhuuk....
















08/05/2013

ASEAN Blogger Festival 2013



Membayangkan akan ada lebih dari 200 Blogger berkumpul dalam satu event se-Asia Tenggara di kota Solo selama 4 hari ( 9 Mei - 12 mei ) tentu membuat saya excited. Saya dan beberapa teman dari Kumpulan Emak Blogger yang berkesempatan bisa menjadi peserta disana bersiap melakukan perjalanan cukup panjang malam ini. Karena ini adalah perjalanan saya yang pertama kali ke kota Solo, jadi tidak sabar rasanya untuk segera menyaksikan ragam budaya, menikmati kuliner dan semua keistimewaan kota Solo sebagai salah satu kota pariwisata yang dimiliki negara kita Indonesia.

Pariwisata menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan negara-negara ASEAN, karena menjadi mesin bisnis yang membantu meningkatkan perekonomian bagi setiap negara. Dalam hal ini negara ASEAN yang sedikit banyak memiliki kesamaan budaya, akan lebih mudah berkolaborasi meningkatkan, memperkenalkan dan melestarikan warisan budaya, kuliner, dll pada dunia.

Berkumpulnya para blogger dalam event besar ini tentu tidak lepas dari tujuan Komunitas ASEAN untuk terus meningkatkan kebersamaan dalam sosial budaya sesama negara ASEAN.

Blogger yang independent, bebas waktu , dan leluasa menuliskan apapun yang ingin diungkapkan menjadi sarana membagikan pengalaman perjalanan, wisata, kuliner, ragam budaya dalam tulisan dan gambar pada media sosial/blog akan menjadi salah satu cara mewariskan dan memperkenalkan keberagaman budaya kita ke negara-negara tetangga bahkan dunia. Membayangkan seluruh blogger dari seluruh Indonesia dan sekitar 30 blogger dari sepuluh negara ASEAN  menyatukan visi melestarikan dan meningkatkan pemahaman budaya dan pariwisata tentu impian besar yang mungkin terwujud dengan adanya event ini.

Rombongan peserta ASEAN Blogger Festival dari jabodetabek akan berangkat dari terminal Lebak Bulus sekitar jam 10 malam, saya dan dua orang blogger mbak Wylvera ( KEB ) dan Susi perwakilan dari Blogger Bekasi akan bersama-sama berangkat dari Bekasi menuju Lebak bulus sore nanti. Jadi tunggu cerita seru perjalanan kami di Kota Solo ya :)