Pages

19/10/2010

Percakapan matahari dan senja

Udara sedikit membakar saat pemilik tatapan matahariku tiba di rumah dengan baju putihnya yang hampir berubah warna menjadi coklat muda.
Dengan sedikit kesal dan khawatir senja bertanya " ada apa sayang...? kenapa baju putihmu kotor seperti ini "
Awalnya senyumnya hilang di wajah matahari,mungkin saja dia takut peraduan cintanya marah. Senja membujuk dan berharap menemukan jawab.

Dibelainya dengan penuh kasih,dikecupnya hangat,matahari mulai lega lalu dia mulai bercerita " aku berkelahi dengan abi,soalnya dia nantangin temen-temen sekelas. karena gak ada yang berani jadi aku yang lawan dia "
Senja menahan senyumnya " lalu...."
Dengan wajah lucunya matahari meneruskan ceritanya " akhirnya aku sama abi berantem beneran,pukul-pukulan,guling-gulingan di lantai kelas.kita berhenti saat dipisahin sama kaka kelas deh "

Senja terkejut,hemmm....meski tetap menahan ekspresi wajahnya agar tetap terlihat tidak terkejut. " ada yang luka sayang ? "
Dengan jumawa matahari menjawab " tidak bun,aku gak sakit kok... "
senja menarik nafas lega.... "siapa yg menang? " senja lalu menyadari kalau pertanyaannya ini sangat konyol ;p
Matahari menunjuk dadanya sambil tersenyum puas,senja tersenyum " bagus sayang... "
LoH..... :D

Dalam hati senja mulai berpikir mencari cara,bagaimana membuat matahari mengerti ya...bahwa ada cara yang lebih baik menaklukan kesombongan tidak dengan kekerasan.
Bagaimana membuatnya mengerti lebih baik mengalah untuk menang dan menghindari perselisihan.

Aku menatapnya penuh kasih,berdoa dalam hati semoga kelak dia seperti doa-doa yang aku mohonkan...seperti doa yang terlabelkan dinamanya.
Matahariku menatapku manja,dia seolah mengerti bahwa dialah penerang dari gelap gulitaku,bahwa dialah kekuatanku yang terhebat.
tentu saja dia matahariku,...yg menjadi juara dilangit jiwaku.



15 comments:

  1. tapi sering kali dalam kehidupa kita perlu berselisih untuk menyelesaikan masalah. harus pinter-pinter kita aja menyikapinya. :)

    ReplyDelete
  2. matahari itu bernama "sean"...benarkah ??? ^_^

    ReplyDelete
  3. Sesuai dengan bentuknya yg besar dan sinarnya yg paling terik...pastilah ada "kebanggaan" pada diri Sang Mentari...kita tak perlu memintanya meredup (untuk menghindari kesombongan), cukup membuatnya merasa berguna karena bisa menyinari belahan bumi di mana kita berada...

    ReplyDelete
  4. Semua memerlukan proses... jika sekarang matahari sedang menikmati kedigdayaannya maka akan tiba saatnya dia belajar bagaimana memanfaatkan kekuatan yang dimilikinya utk orang banyak. Selama ada yang mengarahkannya, maka matahari akan lebih mudah menjalani prosesnya...

    ReplyDelete
  5. Percakapan matahari dan senja semoga tetap dapat tercipta dam terjaga.. sehingga senja dapat terus memantau perkembangan matahari dari hari ke hari tanpa kecuali. Nice post mbak..

    ReplyDelete
  6. kemudian memanggil bulan sebagai saksinya... :D

    ReplyDelete
  7. waaah bagus banget, baru ngelihat yang kaya gini >,< percakapannya jernih. two tumbs up ☺

    ReplyDelete
  8. kami tinggu kadar selanjutnya dari blog ini :)

    ReplyDelete
  9. jangan sering2 tenggelam ya matahari

    ReplyDelete
  10. ehm... ini tentang adeknya Tazkia ya mbak?

    ReplyDelete
  11. jadi ingat masa lalu, matahari apakah nma ankny.
    koq sama dngn nmaku, ibuku jg brnma S....h (tp bkn senja)

    ReplyDelete
  12. bukankah matahari menemani senja dengan segala kerendahan hatinya, bukankah senja juga mempunyai waktu untuk memperlihatkan dirinya kepada semua? hanya saja mungkin "Jalan tengah" yang harus diambil, meniadakan keinginan, semua keinginan entah keinginan matahari maupun senja...

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)