Pages

11/10/2010

Dalam hening yang memeluk

Aku hanya ingin terpejam tapi bayanganmu begitu gigih diam dipelupukku yang lelah,...Bahkan disetiap sudut dari dunia kecilku,shiluetmu menjejak pada sisinya.
Hening,...tak ada lagi kegelisahan,hanya saja alangkah rumitnya mengurai satu demi satu ceritamu yang tlah terpilin di kalbu.
Betapa kukuhnya engkau disana,sedangkan aku begitu lelah....hingga tak kunjung usai aku merenovasi sekian kepingan terserak karena mu.

Sekali waktu aku pernah bertanya meski pada diamku,andai bisa kugulung waktu...mengapa pertemukan aku dengan mu ?...ternyata,ini bukan soal waktu. ini hanya keinginan dan kehendakNya atas skenario kehidupan tentang aku.
Dan menghadirkanmu disekejap waktuku adalah caraNya mengenalkanku pada cinta dan keikhlasan menerima.

Malam kian jauh dan lelah tak jua membuatku terpejam....
Hingga kini singgasanamu masih sunyi,vonis mematikan membuatku memilih untuk menjauh dan membiarkanmu menilaiku sesukamu.
Kau sungguh takkan pernah tahu,...aku mengasihi mu dalam diam dan doaku,dalam hening... hingga keheningan memelukku dan tak melepaskanku.
Hingga Pemilik Cinta dan keabadian mempertemukanku dengan keabadian.


* Mengabaikan Tuhan sekejap saja dalam kehidupan seseorang adalah suatu kebodohan yang sukar saya pahami.Dan mengabaikanNYA saat menghadapi penyakit dan penderitaan adalah lebih dari kebodohan *
Coronary ? Cancer ? God's Answer: Prevent It !
- Dr.Richard O. Brenan -


12 comments:

  1. Betapa indah sangat tulisan ini!.

    Membaca kata demi kata membuat ku teringat akan cinta itu...

    Dengan melodi dan senandungnya,
    lewat jemari lentik indahnya..
    membuat mataku takkan pernah berkedip sedetikpun....

    Ya..cinta itu...
    Cinta yg masih ada hingga saat ini.

    I like this!.

    -AdRiaN GeRhaN-

    ReplyDelete
  2. rangkaian manis.....
    pak tani menyukai tulisan ini...

    ReplyDelete
  3. rasanya puisi ini sesuai dengan background blog ini yang hitam...

    ReplyDelete
  4. karena dalam kondisi apapun Tuhan tidak boleh terlewatkan ya mbak ^^

    ReplyDelete
  5. Indah.....Selalu Indah Rangkai Katanya.....Visualnya Tepat banget

    ReplyDelete
  6. Sesekali , aku melirik mendung

    Dari atap yang tak mau menyatu dengan denyut nadi yang menjadi simbul hidup

    Kenapa ia habis sekali waktu ?

    ReplyDelete
  7. jangan mengabaikan Tuhan, itu hal yang paling mengerikan dalam hidup..
    pa kabar neng? Semoga sehat selalu. :)

    ReplyDelete
  8. kapan bisa bikin puisi seindah ini ya

    ReplyDelete
  9. memang hanya semangat dan kemauan untuk melihat segalanya indah walau pahit itu yang membuat kita lebih bisa menikmati hidup..

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)