The Ultimate, salah satu menu variasi kopi favorite di Bengawan solo coffee
Entah sejak kapan saya jatuh cinta pada kopi, minuman berwarna gelap ini belakangan mulai saya akrabi. Meski saya tidak berpaling dari teh hijau atau smoothies, kesukaan saya seolah bertambah. Meski bukan kopi hitam yang terlampau pekat, hanya kopi dengan aneka variasi seperti Vanilla latte dan lainnya, tetap saja bahan dasarnya kopi. Saya pikir, mungkin sejak berkarib dengan seorang pencinta kopi atau saya memang mulai membutuhkan kaffein dalam hidup saya ? oh NO....
Kebiasaan buruk dari seorang Leo adalah, melakukan apa yang di larang sebagai bentuk pelampiasan rasa. Nah loh... misalnya di larang makan mie instan oleh dokter, ketika kesal maka makan mie instan lalu menyesal sesudahnya. Jangan minum kopi, karena setelah minum kopi perut selalu mual dan tidak nyaman. Ketika jenuh, iseng dan mood tidak baik... minum kopi ! efeknya...? Mual, perut gak nyaman, tapi karena sering di lakukan akhirnya malah menjadi bentuk pelarian baru.
Trus sejauh apakah kesukaanmu pada kopi ?
Tidak secandu Mira sahid pada kopi, tidak segila Sumarti saelan pada K-Pop,
tidak seberat rasa sayangku sama kamu #LoL, sekedarnya... ketika hati ingin menepi sejenak dari rutinitas segelas air putih dan lemon, ketika bosan bertemu green tea, saat jenuh pada juice atau lelah pada keseharian yang menuntut perhatian.
Saat saya butuh menepikan hati dan kopi ( bukan kopi hitam ),... menjadi teman.
Seolah sejenak memilih rasa yang berbeda untuk menyeimbangkan dan mengembalikan rasa kerinduan pada yang biasa dan seharusnya saya akrabi...
- Cerita Pagi -






