Pages

20/01/2013

Pada hati kekasih


Pengen ikutan " conservation with G " itung-itung memperbanyak pengalaman menulis fiksi dari suhu fiksi ini nih  -> mba G, hehe... ini asyiknya kalo banyak menemukan teman2 keren. Bisa banyak belajar, dan tentu saja tergoda ikutan setelah baca fiksinya mak carra  ^_^ juga.

so,... I try ya mak ^^
              
*********************************************************************************


Keila turun dari mobil, dan meminta sopir keluarganya menunggunya tidak jauh dari lobby sebuah apartemen di bilangan jakarta timur ini. Gadis berusia 19 tahun ini dengan ragu melangkahkan kakinya menuju meja receptionist. Sekali lagi memastikan alamat yang dia tuju benar.

Merindukan seseorang bukan hal yang salah. Keila menyadari hal itu sekarang ini. tetapi sudah terlambat, dia sudah berada disini, ia didepan pintu kamar 713. Tangannya sudah mengetuk pintu itu tiga kali dan kini pintu itu terbuka lebar dihadapannya.

" keila,...? " mario nampak terkejut.

" siapa sayang ? " terdengar suara seseorang dari dalam kamar.

Jantung Keila berdegup kencang. Astaga..astaga ! dia kenal suara itu. jadi semua yang dikatakan brinna itu benar ?

Keila mematung di depan pintu, wajahnya pucat begitu juga Mario. Pria muda sebaya dirinya dengan paras menawan itu tampak shock. Tiba-tiba keila ingat ucapan sahabatnya brinna dua hari lalu.

" Kei,...ada informasi gak enak tentang pacarmu. Aku gak tahu harus bagaimana menyampaikannya, tp kalau aku simpan rasanya tidak adil untukmu kei. Hemmm,...kamu datangi saja alamat ini " 

Wajah khawatir Brinna siang itu membuat keila penasaran, awalnya dia sempat menduga kalau sahabatnya itu mungkin bosan jadi tumpahan kegalauannya karena akhir-akhir ini pacarnya Mario,  sulit sekali dihubungi apalagi untuk bertemu.

Dan tubuh keila kian limbung saat pemilik suara merdu yang ternyata seorang wanita dewasa yang sangat cantik, rambutnya tergerai, dengan kulitnya yang putih sudah berdiri dihadapannya dengan piyama satinnya yang membayang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang masih sangat menawan.

Sekian detik seolah udara lenyap dari koridor kamar 713, Keila mematung di depan pintu kamar apartemen yang terbuka seolah beku manghadapi kenyataan dihadapannya, keila berharap saat itu bumi terbelah dan dia masuk kedalamnya. Mario menyandarkan tubuhnya didinding kamar, dengan pandangan tertunduk.

" Keii,...." bibir wanita itu bergetar menyebut namanya.

Keila merasa dadanya sesak, bibirnya berbisik nyaris tak terdengar " mama....??? " lalu semua gelap. 


   Image From Google

 
 

18/01/2013

Menebar cinta dalam inspirasi dan karya #1stKEB


Menemukan keasyikan dengan menulis entah berupa catatan-catatan harian sederhana, berimajinasi dengan cerita fiksi, bermetaphora dengan diksi atau puisi, atau berbagi pengalaman dengan harapan memberi manfaat dan bisa menginspirasi teman, sahabat atau pembaca adalah salah satu bentuk kebahagiaan bagi saya. Menulis adalah zona di mana saya menemukan ruang untuk sepenuhnya menjadi diri saya sendiri.

Tidak salah jika saya setuju pada ungkapan bahwa menulis adalah salah satu bentuk therapi jiwa. Disaat kita menemukan kebahagiaan, bahkan bisa menjadi ruang bagi kita untuk mengapresiasi dan mengaktualisasikan diri maka menulis sudah menjadi obat / therapi diri.

Tahun 2008 adalah awal saya menulis lewat media blog, setelah sebelumnya menjadi pelanggan toko buku untuk membeli buku diary. Bergabung di komunitas hebat berbasis wilayah membuat mata saya lebih terbuka, banyak belajar, mengenal banyak penulis hebat, dan menemukan pengalaman baru.

Dan bergabung di komunitas yang diperuntukan khusus wanita apalagi yang mayoritas para ibu muda *seperti saya* :p, keren-keren pula semakin menambah rasa syukur saya menjadi seorang blogger wanita.  Di komunitas #KEB ( Kumpulan Emak-emak Blogger) semakin membuat pandangan saya  terbuka, cakrawala saya tentang dunia perempuan semakin bertambah. Saya belajar banyak hal di komunitas ini, tentu karena #KEB memang dekat dengan dunia saya sebagai seorang wanita, istri, ibu, teman, dan mahluk sosial di masyarakat. 

Komunitas yang lahir pada tgl 18 januari 2012 ini memang masih sangat muda, karena rasa penasaran dan keinginan besar salah satu ibu muda bernama mba Mira ayank/Mira sahid sekaligus juga seorang blogger, ide membentuk sebuah komunitas blogger khusus wanita ini lahir. Ide cerdasnya berhasil merangkul begitu banyak blogger wanita dalam waktu singkat untuk bergabung di #KEB. Dengan kerja sama, suport dan semangat dari Mba Sary melati, Mba indah Juli, dan mba Nike rasyid komunitas ini terbentuk, empat blogger wanita inilah board dari #KEB. 

Meski dengan usia yang baru saja genap 1 tahun, #KEB sudah banyak terlibat di berbagai event bahkan hingga event berskala nasional. Terlibat di acara-acara komunitas lain, mengikuti event sosial, tampil di tabloid/ majalah membagi semangat dan inspirasi, berbagi ilmu mengenai kehidupan wanita hingga lifestyle. Karena berbasis blogger maka #KEB juga aktif berbagi informasi dan karya melalui tulisan, sudah banyak teman-teman yang bergabung di KEB memiliki buku karya sendiri, bahkan #KEB juga sedang proses mencetak buku hasil karya dari beberapa anggota KEB berupa buku antology " Menulis sebagai Therapi Jiwa " . *saya salah satunya*  :D

Tidak semua event-event #KEB saya ikuti, sesuai komitmen saya pada keluarga yang tetap menjadi fokus utama saya. Tapi menemukan komunitas atau " keluarga lain " yang sesuai dengan apa yang kita harapkan tentu membuat saya semakin terpacu menghasilkan karya yang lebih baik lagi. 

Hari ini adalah tepat 1 tahun Kumpulan emak-emak blogger berdiri, mendapat kesempatan menjadi salah satu pengurus sebagai bendahara periode 2013-2014 adalah kebanggaan bagi saya. Terima kasih untuk kesempatan yang diberikan, semoga saya mampu memberikan yang terbaik bagi komunitas ini. Semoga dengan bertambahnya usia seperti umumnya harapan dipanjatkan, #KEB semakin besar namun tetap menjadi rumah nyaman bagi semua anggotanya. Semakin memberi banyak manfaat bagi seluruh anggota, bahkan semua orang. Semakin menghasilkan banyak karya bagi masing-masing pribadi anggota dan komunitas.Tapi tetap menjadi zona yang penuh cinta dalam semangat persahabatan. Amin....

Yuk,... menuliskan sejarah hidup kita dengan media bloging. Saya tepatnya seluruh board dan makmins #KEB mengajak semua teman-teman blogger khususnya wanita untuk menyebar virus " menulis " hari ini tanggal 18 januari 2013 mengenai apa yang teman-teman ketahui tentang Komunitas KEB, harapan, atau apapun yang ingin teman-teman bagikan di media Blog ini. Tidak ada hadiah atau giveaway yang di berikan, tapi bisa jadi tulisan teman-teman mendatangkan manfaat dan inspirasi bagi orang lain ^_^

Saya wanita, seorang istri, ibu dengan profesi hebat sebagai ibu rumah tangga, bahasa kerennya housewife bangga menjadi seorang blogger wanita. Saya bisa menuliskan sejarah hidup saya, yang akan saya tinggalkan untuk anak-anak saya dan menjadi pengingat bahwa saya pernah ada disini. Bagaimana dengan teman-teman.... ? yuk tebar cinta dalam inspirasi dan karya dengan nge-blog ;)

" Menulislah dari hatimu maka kau akan menyentuh hati pembacamu  
~ Irma Senja ~
@Irmairmasenja

Design by. Carolina Ratri - Makmins KEB
 



 

16/01/2013

Ketika putriku bertanya,...



Disatu waktu dari lima waktu yang wajib kulakukan, putriku berdiri dibelakangku menjadi makmum. Mendirikan kewajiban yang menjadi kebutuhanku sebagai insan.
Rakaat demi rakaat,... ayat dan surah ku bisikan sepenuh rasa.
Meski hanya surah pendek yang hafal di luar kepala, aku tahu... DIA tahu betapa penghambaanku luluh pada ke Maha Besarannya.

Hingga rakaat terakhir dan salam, lalu kedua tangan kuangkat bermohon dan berdoa.
Pada ampunan untuk semua kehilafan dan kealpaanku yang ku sengaja atau pun tidak, shalawat dan salam pada Nabi mulia akhir jaman...  

Putriku masih duduk turut berdoa, entah apa yang dia minta tapi slalu ku ajarkan padanya bahwa dia bisa memohon dan meminta apapun pada Allah.
Tentu doa dan perngharapan yang baik,  Allah maha baik jadi mintalah semua yang baik-baik kepadaNYA, pasti DIA tidak akan mengecewakanmu.

Doaku selesai, mengadukan segala keresahanku, mendoakan orang tuaku, mereka yang aku kasihi...dan berharap ampunan dan rahmatNYA yang tak pernah berbatas

" ibu,... kenapa kalau berdoa ibu lama sekali ? " sambil mencium tanganku putriku bertanya, aku menatapnya.

" lama atau sebentar tak masalah nak, yang terpenting hatimu ikhlas berdoa sepenuh hati. ibu berdoa lama karena tidak hanya meminta, tapi ibu juga mengadu "
Sepertinya jawabanku justru membuatnya semakin penasaran,

" mengadu ? " tanyanya keheranan.

" iya, mengadu... adukan apapun yang menjadi kesedihanmu, kemarahanmu, masalahmu, penderitaanmu bahkan apapun yang ingin kamu adukan padaNYA. Jangan sungkan,... karena bukan ayah, ibu atau anak, bahkan pasangan hidup yang bisa kamu andalkan kak. Tapi Allah...  " aku menatapnya penuh sayang.

" aku berdoa meminta di ampuni dosa dan meminta apapun yang aku minta atau berdoa apapun yang aku mau. Bukannya kalo mengadu kaka bisa mengadu sama ibu ? " 

" tentu saja kaka juga harus dan boleh mengadu sama ayah atau ibu, atau pada sahabat kaka yang baik misalnya. Tapi kami atau orang- orang terdekatmu tidak selalu bisa ada di sampingmu saat kaka membutuhkan dukungan kami sayang, tidak selalu mengerti keinginanmu. kelak, kalau kaka sudah dewasa... kaka akan mengerti bahwa kita tidak boleh mengandalkan dan bergantung pada manusia meski itu orang terdekat kita sekalipun. Kaka tahu kenapa saat sakit atau dulu ketika di khemotheraphy dan ibu kesakitan, ibu menyebut laaillahaillaallah, allahu akbar atau lahaula walaquwata illabillah ? bukan ayah, mama atau papa sebagai orang tua ibu atau menyebut dan memanggil-manggil dokter? " tanyaku sambil membuka mukena yang kami kenakan, melipatnya kembali.

Putriku yang gemar membaca dan pendiam itu mengangguk....
" karena Allah yang menyembuhkan ibu.... " jawabnya yakin.

" benar sayang,... karena orang-orang yang mencintai ibu sekalipun tidak bisa menyembuhkan atau meringankan sakit ibu. Dan karena ibu hanya ingin mengandalkan Allah saja,...dokter membantu ikhtiarnya tapi yang menyembuhkan hanya Allah. DIA yang akan menggerakkan hatimu untuk menentukan arah atau memberimu kelegaan dan ketenangan. papa ibu atau eyang mu bilang kalau kita bergantung sama manusia, kita akan kecewa

Putriku mengangguk tanda dia sudah mengerti apa yang aku maksud,.... 

" tentu bukan berarti kita tidak boleh meminta bantuan pada orang lain atau manusia ? tapi gantungkan hatimu, jiwamu dan andalkan segala urusanmu hanya pada Allah... "  
Putriku mengangguk sekali lagi, aku memeluknya... 

" ibu juga tidak selalu seperti itu sayang, kadangkala ibu lemah juga... ibu menghamba juga pada dunia dan manusia lainnya. Tapi membuatmu mengerti dan mengajarkan apa yang baik pada putri kesayangannya adalah salah satu tugas seorang ibu, meski ibu sendiri masih jauh dari baik apalagi sempurna dan sedang terus belajar mengkaji diri "
Aku memeluknya, bersyukur moment ini dihadirkan untuk aku dan putriku. 

" Jangan biarkan ada yang mendominasi hatimu melebihi penghambaanmu kepadaNYA...."  #Bisik hatiku pada diriku sendiri.



  *Irma Senja dan Tazkia mutiara senja*



    

 
  

 

07/01/2013

Beranikan diri,...


Ketika matahari terbit membuka hari baru,
beranikan diri untuk yang pertama tersenyum dan bersyukur.
Dan ketika kegelapan datang, beranikan diri memberi cahaya.
ketika tirani dan ketidak adilan terjadi, beranikan diri untuk berkata STOP.
Ketika segalanya menjadi sulit,  beranikan diri berkata mudah dan berhasil melewatinya.
Bahkan ketika lelah dan tanpa harapan, beranikan diri untuk tetap tegak dan menemukan sedikit harapan.
Ketika mereka hilang arah, beranikan diri menunjukan jalan.
Ketika mereka terjatuh, beranikan diri mengulurkan tangan.
Ketika kita tersakiti, beranikan diri dan berilah pengampunan.
ketika menjadi besar, beranikan diri membantu orang lain dan tidak pernah merasa menjadi besar.
Ketika melihat kenyataan tak seindah mimpi, beranikan diri membuat mimpi yang baru dan wujudkan impian. 
Ketika mereka meninggalkanmu, beranikan diri tetap melangkah.
Ketika kesedihan dan rasa sakit menghimpit, beranikan diri berkata aku terluka dan berkata aku pasti tersembuhkan.
Ketika mereka menampakan amarah, beranikan diri untuk tetap tersenyum.
Ketika cinta menyakitimu, beranikan diri mencintai lagi dan lebih...
Dan ketika hari berakhir, beranikan diri merasa telah melakukan yang terbaik.
Beranikan diri selalu melakukan yang terbaik yang kita bisa.
Hingga ketika hari terakhir tiba,...kita sudah beranikan diri menjadi berani.

# Dengan menuliskan ini dalam rumah virtual catatan hatiku, bukan berarti aku sudah berani dan menaklukan segalanya. Tapi membaginya disini, dengan harapan menumbuhkan semangat di hati sahabat pembacaku adalah tanda bahwa aku sudah cukup berani.
* Irma Senja* 


Image From here


    # Inspirasi by. Quote of Life

04/01/2013

Entah,.....


Aku tidak sedang mengeluh, bagaimana bisa aku mengeluh dengan semua nikmat yang Allah berikan, dengan begitu banyak kemudahan dan rejeki yang kami nikmati.
Ketidaknyamanan dan rasa sakit ini sedikit sekali dari begitu banyak kemudahan yang aku rasakan.

Menulis adalah pelarianku dari rutinitas hidup yang aku jalani, ruang nyaman dimana aku bisa berdialog atau sepenuhnya menjadi diriku sendiri.... meski menulis kadang membuatku menjadi egois, menulis semauku, sesukaku. Apa yang aku dapat ? aku bahagia...itu saja.

Tapi satu minggu ini, duduk di depan laptop/PC atau sekedar membaca buku adalah siksaan. Aku berperang melawan diriku sendiri, saat keinginan tak bisa dicegah seperti pagi ini duduk di depan PC dengan kepala berdenyut,mata sakit dan nyaris berputar-putar. Bisa aku paksakan, sesudahnya ? nyeri yang semakin hebat.
Buku dan komik yang beberapa hari lalu aku beli masih utuh dalam plastik karena kepala  langsung sakit saat mencoba membaca. Ya,...saat rasa itu hadir aku akan menjadi sangat tidak berguna. Hanya tidur dan berbaring ditempat tidur setelah mengikhlaskan abdomenku mencerna obat penghilang sakit dosis tinggi lalu akhirnya tidur sepanjang hari.

Seperti pagi ini, setelah kemarin sore hanya tidur membiarkan hubby datang dari kantor dan menyiapkan keperluan dan makannya sendiri tanpa aku temani. Anak-anak yang makan dan tidur tanpa mendapat kecupan dan pelukan selamat malam dari bundanya yang lebih dulu masuk ke dalam kamar dan tidak keluar lagi sampai pagi ini.

Pagi ini kepalaku masih berat, masih pusing dan agak limbung. Tapi kaka dan sean sudah merengek ingin jalan-jalan dan nonton.....aku menimbang-nimbang, kuat gak ya ? liburan anak-anak nyaris habis dan aku lebih banyak membiarkan mereka diam di dalam kamar dengan TV, laptop dan gadget. dan aku...? lebih banyak diam didalam kamar dan tidur.

Terakhir jalan-jalan, aku seminggu demam dan kelelahan. Pagi tadi begitu bangun, suamiku terus menatap lalu berbisik " kamu pucet sekali sayang,...coba beli apa pun yang kamu mau lalu makan

Aku tidak sedang mengeluh, aku hanya sedang merasa sedikit.... frustasi ! 

 

02/01/2013

Ode untuk Senja


" Biografi Senja "

 Sesekali aku adalah hujan, rebah selaksa musim tak kenal zaman
pada bumi yang lebat beruban.

Sesekali aku adalah pujangga, merangkai kata serupa makna
pada sepenggal wajah bernama senja.

Sesekali aku adalah mimpi, berlabuh pada tidur-tidur pagi
menayangkan tragedi atau dramaturgi.

Sesekali aku adalah sunyi, mengalir disepanjang kali
sebelum matahari menyudahi.

Sesekali aku adalah operasi, menamakan diri khemotheraphy
membuat rambutmu tinggal segenggam,sebelum rapi kau tanam
pada sepotong biografi bernama senja.

Purbalingga 2012 ~ Ketika Desember hendak beranjak


" Ode bagi sepotong wajah berkerudung jingga "

Aku menyanjung hujan, sesekali mengutuknya.

Seperti sore ini ia merayu sunyi, memaksaku menziarahi kembali
Sepotong wajah berkerudung jingga
Bermata sanyu seperti mengajakku, dan basah setelah hujan rebah.

Disini diatas di tanah bekasi, lalu kau menyebutnya janji
Pada sebait puisi yang sempat aku kemasi
sebelum kata akrab dengan lupa.

Baiklah Senja, Meski waktu kian lebat beruban
dan musim semakin lupa dengan zaman
jemariku tetap menuliskan ode puji-pujian
Sebelum lidahmu akrab menjuluki : lelaki pengingkar janji.

Purwokerto ~ di pertengahan Desember 2012


" Sebait Elegi bernama sunyi "

Ah kata-kata ini semakin menua, 
jatuh dan remuk tak terbaca
sementara angin setia memungutinya, mencatat lalu menitipkan pada senja.

Ah aku kubur saja kata-kata ini,
dengan sebait elegi bernama sunyi
Sebab langit tlah begitu tuli, bagi doa yang kupanjati.

Bumi manusia ~ Di penghujung Desember


# Ujarku,....
Entah sejak kapan barisan huruf begitu seenaknya
bermain, berloncatan, berirama di kepala hingga sudut-sudut hati.
Aku jatuh cinta pada puisi, entah sejak kapan
Mungkin sejak hati mulai berirama, mulai merasa...

Aku menyebutnya pemilik rumah kecil, seperti dia menamakan rumah virtualnya.
Bagiku yang berkali-kali berkunjung, kecil tapi luas dan hangat didalamnya.
Ada bunda pendamping hidup muara segala cinta 
atau si kecil Arsyad 
penguasa hati dari sahabat ku ini.

Barisan Ode ini mungkin tercipta karena, jika aku bisa menyebutnya seorang sahabat
adalah karena beliau pandai mengartikan catatanku,
betapa pemilik dunia kecil bernama  "Dunia Senja "ini 
begitu jatuh cinta pada puisi dan diksi.
Mungkin karena puisi terlampau mudah lahir dan tercipta 
dari ketikan jemari seperti begitu banyak inspirasi yang tertulis seorang Ibrahim di rumahnya.
Ini bentuk apresiasi ku pada kecintaanku pada puisi atau poetry,
ini karena terima kasihku,
Untuk Ode yang menghangatkan hati.
Terima Kasih dari Senja....

Image From Google
# Alhamdulillah puisiku yang ini jadi salah satu yang beruntung dapet GA
Semua tentang puisi nya Chika Rei 
Terima kasih Chika ;)