Pengen ikutan " conservation with G " itung-itung memperbanyak pengalaman menulis fiksi dari suhu fiksi ini nih -> mba G, hehe... ini asyiknya kalo banyak menemukan teman2 keren. Bisa banyak belajar, dan tentu saja tergoda ikutan setelah baca fiksinya mak carra ^_^ juga.
so,... I try ya mak ^^
*********************************************************************************
Keila turun dari mobil, dan meminta sopir keluarganya menunggunya tidak jauh dari lobby sebuah apartemen di bilangan jakarta timur ini. Gadis berusia 19 tahun ini dengan ragu melangkahkan kakinya menuju meja receptionist. Sekali lagi memastikan alamat yang dia tuju benar.
Merindukan seseorang bukan hal yang salah. Keila menyadari hal itu sekarang ini. tetapi sudah terlambat, dia sudah berada disini, ia didepan pintu kamar 713. Tangannya sudah mengetuk pintu itu tiga kali dan kini pintu itu terbuka lebar dihadapannya.
" keila,...? " mario nampak terkejut.
" siapa sayang ? " terdengar suara seseorang dari dalam kamar.
Jantung Keila berdegup kencang. Astaga..astaga ! dia kenal suara itu. jadi semua yang dikatakan brinna itu benar ?
Keila mematung di depan pintu, wajahnya pucat begitu juga Mario. Pria muda sebaya dirinya dengan paras menawan itu tampak shock. Tiba-tiba keila ingat ucapan sahabatnya brinna dua hari lalu.
" Kei,...ada informasi gak enak tentang pacarmu. Aku gak tahu harus bagaimana menyampaikannya, tp kalau aku simpan rasanya tidak adil untukmu kei. Hemmm,...kamu datangi saja alamat ini "
Wajah khawatir Brinna siang itu membuat keila penasaran, awalnya dia sempat menduga kalau sahabatnya itu mungkin bosan jadi tumpahan kegalauannya karena akhir-akhir ini pacarnya Mario, sulit sekali dihubungi apalagi untuk bertemu.
Dan tubuh keila kian limbung saat pemilik suara merdu yang ternyata seorang wanita dewasa yang sangat cantik, rambutnya tergerai, dengan kulitnya yang putih sudah berdiri dihadapannya dengan piyama satinnya yang membayang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang masih sangat menawan.
Sekian detik seolah udara lenyap dari koridor kamar 713, Keila mematung di depan pintu kamar apartemen yang terbuka seolah beku manghadapi kenyataan dihadapannya, keila berharap saat itu bumi terbelah dan dia masuk kedalamnya. Mario menyandarkan tubuhnya didinding kamar, dengan pandangan tertunduk.
" Keii,...." bibir wanita itu bergetar menyebut namanya.
Keila merasa dadanya sesak, bibirnya berbisik nyaris tak terdengar " mama....??? " lalu semua gelap.
Image From Google




