Pages

Showing posts with label Save Your Life. Show all posts
Showing posts with label Save Your Life. Show all posts

04/12/2015

Love Your Body

Akhirnya bisa duduk di depan laptop meski di antara jeda waktu jemput anak-anak, akkkk kangen banget nulis di blog. Apa kabar semuanya ? sehat-sehat semuakan yaaaa......

Curhatan saya yang terakhir pas lagi galau karena mulai sering nyeri kepala dan mulai galau ke RS karena pemeriksaan sebelumnya saya baik-baik saja. Mungkin ini hanya kelelahan, stress, dan pola makan yang berantakan plus olah-raga yang ritmenya masih ngikutin mood alias suasana hati. Mulai mengkoreksi lagi yang di makan, dan kepikiran justru pengen detox untuk membuang racun dari dalam tubuh gegara ngintip Instagram @coldpressid dan websitenya di coldpress  

Ada banyak manfaat dengan program detox juice, selain membantu membersihkan beberapa organ tubuh seperti membersihkan usus ( Sebagai survivor kanker usus ini penting banget ), hati, membantu penyerapan nutrisi ke dalam tubuh, juga energized dan weight loss. Nahhhh,...

15/10/2015

The Pink Ribbon Month #finishthefight


Bertahun-tahun yang lalu tidak pernah terbayangkan sebelumnya, bahwa akan datang saat di mana ketakutan dan rasa sakit mendominasi hari-hariku bersamaan dengan harapan yang naik dan turun. Tidak pernah terbayangkan bahwa penderitaan yang di alami nenekku menimpaku begitu saja.

Waktu itu usiaku sekitar 20 tahunan, kondisi fisikku mendadak menurun. Mudah sakit dengan kondisi fisik kurus dan pucat. Pemeriksaan kesehatan di daerah ternyata menguji kesabaran, aku lelah karena kepastian rasa sakitku tidak terjawab juga. Kutinggalkan proses pengobatan tanpa kepastian, penyakit apa yang ku derita. Aku ingat hari itu, aku mengantar seorang sahabat untuk menemui ahli pijat refleksi di kota kami. Aku hanya mengantar, tapi entah mengapa ahli pengobatan alternatif itu membujuk untuk mencoba mimijat telapak kakiku. Dia bilang, Nenk nya pucat sekali tampak terlihat tidak segar. Siapa tahu ada penyakit yng bisa terdeteksi. Akhirnya aku memutuskan untuk mencoba di pijat refleksi telapak kakiku. Ahli pengobatan alternatif itu sebenarnya hanya menekan secara perlahan beberapa titik saraf di kakiku, tapi efeknya aku menjerit kesakitan. Ahli pijat refleksi bilang ada sel kanker di tubuhku, tepatnya dia bilang KANKER PAYUDARA. 

Karena diagnosa yang hanya berdasarkan pijat syaraf itu aku dan keluarga memutuskan untuk meneruskan kembali pemeriksaan di rumah sakit. Tidak terbayangkan perasaan dan rasa takut ketika mendengar penyakit itu di sebut. Peemeriksaan yang panjang di kota kelahiranku tidak kunjung menemukan titik temu, akhirnya setelah perjalanan yang cukup melelahkan aku menerima vonis kanker di kota di mana aku di boyong suamiku setelah kami menikah. Bukan kanker payudara tapi kanker colon atau kanker usus besar. Tetap saja, kanker usus besar menjadi mimpi buruk untukku...