Pages

29/12/2009

Untitled

Aku mulai terbiasa ketika terabaikan,
menikmati setiap kesepian dan keterasingan yang mulai akrab akhir-akhir ini.
Mulai membenci setiap waktu yang menyatukan.

Kupilih menyepi karena berdua melelahkan,
kau teramat 'benar'
Aku,..? tlah habis waktuku,
meski sekedar menarik ujung bibirku untuk sebuah senyuman.

bicaralah apa saja,mungkin laguku yang tak kunjung berirama.
kelabunya syairku...
tak mungkin ku rangkai pelangi,
jika waktu slalu menghadirkan badai.

aku mulai bisu,...
tak teraba,dan tak merasa.
menjadi asing di duniaku sendiri,
mereka bicara tentang potret bahagia,
tentang kemashyuran ku dan dia,
disudut ini,tak ada siapapun !
hanya aku,...dengan sepi yang mulai membunuhku.

ketika angin tak lagi menyejukan,...pilu !.

* just a note...

Emo Myspace Comments
MyNiceProfile.com

50 comments:

  1. yuhuiii....pertamax lagi....rasanya pengen loncat2 tapi badan masih sakit...

    ReplyDelete
  2. walau bagaimanapun berdua tetap lah indah, bisa saling berbagi... ketika aku sakit aku telah merasakan bagai mana rasanya sendiri itu...

    ReplyDelete
  3. seandainya saja ada yang bisa diajak tuk berbagi

    ReplyDelete
  4. carilah yang membuat sahabat senang misal dengar music contohnya atau yang lain....

    ReplyDelete
  5. menyendiri adalah istana syaiton..
    bermunajatlah dengan ikhlas kepada Allah SWT niscaya ketenangan bathin akan didapat sahabatku....
    Kembalikan hatimu kepadanya dengan cinta kasihmu ..sahabatku

    ReplyDelete
  6. kesendirian disertai renungan Ilahi insya Allah mengisi kembali keheningan dan kehampaan dalam hati

    ReplyDelete
  7. Kepasrahan
    Keikhlasan
    Sekaligus keteguhan
    Sehingga kau bisa merayakan indahnya kepedihan ini...

    ReplyDelete
  8. kutermenung menatap alam...kepasrahan semakin dalam.... Hening by chryse.....

    ReplyDelete
  9. Demi sang waktu yang terus berlalu
    Demi sang hidup yang terus bergulir
    Demi sang masa yang terus berganti
    Jangan pernah kau benamkan dirimu
    Dalam duka panjang yang membiru
    Dalam bara dendam yang memburu
    hidup hanya sekali
    buat ia berarti

    wakakakakakakak
    nice poem

    ReplyDelete
  10. Wilyyo alsyah P isman: horeee,..pertamaxx juga he ^_*

    benar sahabatku ^_^

    jalani hidup apaadanya: saran yg baik sobat,mksh

    joey: mencoba,...aku pikir ini salah satu babak dari hidupku dan harus aku lalui ini.mksh shbt...

    Alrezamittariq: benar,terima kasih sahabat....

    insan setia nugraha: sedang mencoba mas insan,semoga bisa kunikmati segala rencanaNYA.

    Fajar: menghibur aku dgn lagu ya pak ? mksh ya he,...

    Kabasaran soultan: setiap kehidupan terdiri dari berbagai warna,sayangnya saat aku punya blog dan menuliskannya disini bukan di diaryku seperti biasanya,kok warnanya kelabu semua ya ??? @_@

    ReplyDelete
  11. Kedatangan kami sahabatmu semua bisa mengusir keterasingan itu.

    ReplyDelete
  12. salam seNjA,
    maaf lama aku tak singgah ke sini.
    Aku pulang ke kmpg dan perlu bereskan tugasan yang mendesak.

    aku suka puisimu,



    sunyi itu pernah membunuhku
    bukan sekali
    tapi bagai itulah ritma hidupku

    bangunlah dik,
    pujuk hatimu

    pernahku rasa
    seluruh hayatku
    terbenam ke dalam bumi
    dan tidak mampu untuk berdiri
    kehilangan cinta yang telah aku luahkan segenap kaldi

    sakit dik,
    parah cederaku,
    bagai mayat yang bernyawakan iman sahaja yang tinggal
    merasa asa kian melelah
    diinjak logika
    dibelasah desah jiwa yang tidak puas

    diamnya dia
    membunuhku
    membidik buih-buih harapanku
    pecah satu persatu
    harapan hilang begitu sahaja
    umpama tiada pernah ada apa-apa
    antara kita.

    ReplyDelete
  13. mungkin sendiri buat menenangkan dan menetralkan emosi yang meletup-letup lebih baik untuk saat ini...

    setelah merasa tenang hadapi kembali dan bicarakan...

    setidaknya tidak akan ada saling menyakiti lagi :)

    ReplyDelete
  14. mungkin karena Global Warming, jadi angin tak lagi menyejukkan. tapi memanaskan.

    ReplyDelete
  15. kunjungan sahabat2 ini pasti bisa mengusir kesepian mu )

    ReplyDelete
  16. mbak Irma... kok suka banget menulis puisi tentang sepi ya?

    ReplyDelete
  17. kok ikutan mellow seperti aku kemarin mbak???????

    ReplyDelete
  18. menyayat hatiku.....mengapa engkau pilih sendiri kalau masih banyak yg lain yg bisa saja lebih baik

    ReplyDelete
  19. bisa jadi hanya bad mood dan kemudian akan sembuh dengan sendirinya, aku sering begitu :D

    ReplyDelete
  20. masih untitled nih ceritanya ya...., kalau boleh usul judulnya terbunuh sepi aja mbak....heheee...

    ReplyDelete
  21. aku bahkan lebih suka sunyi yang sendiri mbak... jika ada yang berlebih, sunyi itu malah ngga jadi indah lagi

    ReplyDelete
  22. Sama mbak.. Kadang2 saya juga merasa sendirian tapi saya sadar kalau saya tidak sendiri. Setidaknya kita punya
    Allah. :)

    ReplyDelete
  23. Jangan mau ah, dibunuh sepi terus, gantian gitu neng..

    Maaf yee.. baru mampir!
    Semoga Senja baik-baik saja.
    Makasi masih sering mampir ke gek, yaaa...?

    Mwah!

    ReplyDelete
  24. sama mba.. aku juga ngerasa kadang2 sendiri... :(

    ReplyDelete
  25. hmmm... puisinya gelap >,< *ga ngerti mode on*

    ReplyDelete
  26. waow... keren mba,
    berdiri...
    sepi..
    sendiri..
    pasti jomblowati...

    hahahahahha, peace ..

    ReplyDelete
  27. menyendirilah sobat, jika itu dpt memberimu ketenangan. dan gunakan kesempatan untuk menghimpun kekuatan

    salam

    ReplyDelete
  28. puisi ini mewakili perasaan saya..kerennn

    ReplyDelete
  29. Sempurna.......Simpe Tapi Tajem.....Salute

    ReplyDelete
  30. kenapa puisi kali ini terdengar menyakitkan, mbak?? ada apakah gerangan..??

    ReplyDelete
  31. tuut tuuttt....

    maaf baru bisa brkunjung...
    kak senja, sobat ku....

    untitled->ungkapan hati yang memilukan....semoga saja hatimu setegar karang sob...


    PS :tulisan ka2k tu bnyak mripnya ma kisahku yaaaaa.....

    (tentang aku,langit dijiwaku,waktu,sendiri)

    aku senang koQ berkunjung,baca tulisan na ka2...

    ReplyDelete
  32. tak teraba, dan tak merasa

    tapi aku merabanya dalam perasaanku
    di malam ini. dalam puisimu.

    ReplyDelete
  33. Sendiri... itu yg kurasakan saat membaca puisinya mbak Irma.
    Mantap banget mbak...

    ReplyDelete
  34. Subhanallah..
    makin inovatif aja sai..
    puisinya... ^__*

    ReplyDelete
  35. Nyantai aja Non... just enjoyed your life. Kesendirian memang kadang begitu mencekam tapi stlh semua berlalu, pasti berjuta kebahagiaan akan segera datang, amin.

    ReplyDelete
  36. Sesekali, sendiri itu indah kawan. Puisimu selalu dalam dan indah SeNja.

    ReplyDelete
  37. Jangan lah sepi yang mengekang hidup..

    karena dunia ini ramai oleh manusia..
    ahaaa....

    Susah.. gak bisa jadi pujangga aku..

    Klo kata orang, sendiri itu lebih baik...
    Ummph...

    makan gak ada yg minta, tidur gak ada yg gangguin, pergi gak ada yg larang.

    Tp tetap saja berdua lebih enak..
    ayo hapus sepi itu

    ReplyDelete
  38. sungguh senja pandai merangkai kata indah....beruntung dan bahagia sekali menjadi orang yang dekat denganmu

    ReplyDelete
  39. wah,jangan membisu donk mbak..gag nyaman rasanya..hehhe

    ReplyDelete
  40. Oh dear,
    kenapa angin tak bisa menyejukkanmu lagi??

    ReplyDelete
  41. *Alhamdulillah terimakasih banyak atas doanya,sekarang udah baikkan mba.

    ReplyDelete
  42. Disaat sepi justru saya dapatkan kebahagian!

    ReplyDelete
  43. Puisi yang bgs non salam dari newbie asli tdk kayak munir yg ngaku newbie itumah sombong namanya komeng udah bertumpuk masih ngaku newbie

    ReplyDelete
  44. Sendiri memang kadang cukup menyenangkan ketika kita memerlukan untuk bisa berkutat dengan pikiran dan diri kita sendiri

    ReplyDelete
  45. ada kalanya kita butuh waktu untuk sendiri kok.

    taun baruan dimanah bu?

    ReplyDelete
  46. To all: maaf jika tulisanku biru kelabu *_*
    bukan ingin mencari perhatian atau apapun,menulis menjadi caraku untuk mengeluarkan segala yg terkadang sulit kuungkapkan.

    blog bukan sekedar pengisi waktu luangku atau,tempat menyalurkan hobiku menulis tapi blog adalah sahabatku....

    satu2nya tempat dimana aku bisa mengungkapkan atau apapun yg aku pikirkan atau yg cuma aku lihat disekelilingku.

    jadi mohon maaf kalo sahabat2 mungkin bosan dgn cara penulisanku.
    kehidupan selalu berputar seperti roda, suka dan duka silih berganti. Aku harap ditahun depan aku bisa menuliskan syair-syair pelangi yang memberi terang bukan tulisan yang biru kelabu he,... ^_*

    ReplyDelete
  47. Wah! Wah!

    Itu tokoh dia, masih ada di dunia atau udah pergi. Senja. Bolehkah aku tahu? He heh...

    Kuharap angin segar nanti bakalan menerjangmu lalu menyegarkanmu. menyejukkan. He heh...

    Larut lagi nih bacanya.

    ReplyDelete
  48. diar: halo diar,..makasih ya udh mampir dan komentr :)

    aku juga masih berharap angin segar yang akan menenangkanku diar ^_^

    semoga,...

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)