Jadi seharian ini tepatnya sejak jam 10 pagi saya beradventure ria menyusuri jalanan sendirian. Ah itu biasa... iya biasa, tapi kalau sendirian ke daerah yang saya belum pernah kesana. Lalu menyusuri tol lingkar luar /dalam masuk ke daerah Jakarta sendirian, itu pertama kali.
Meski penyakit gagap tol saya kumat alias salah masuk ke jalur lain dan terpaksa keluar tol lagi lalu masuk lagi. Dan berulangkali galau dipersimpangan, untungnya ada sahabat-sahabat saya yang dengan senang hati memberi petunjuk meski lewat bbm. Norak bangett ya ? hiksss... begitulah, bisa jadi saya memang sudah menyetir kemana-mana. Puncak, pantura, keluar kota dan lain-lain. Tapi silahkan dampingi saya untuk menunjukan arah dan alamat :D
Saya tiba di salah satu laboratorium klinik di daerah jakarta pusat, hampir jam 2 siang. Dari jadwal tindakan jam 12 siang, terbayang dong saya sudah puasa sejak jam 10 malam. Lemes, lapar, sampai laparnya hilang berganti sakit yang melilit di uluhati dan abdomen. Karena Klinik nya jauh dari rumah saya di Bekasi, saya putuskan untuk menunggu hasilnya saja. Yang membuat saya terhibur adalah dokternya ramah dan baik sekali, namanya Dokter Sandra.
Sayangnya di Klinik sebagus itu tidak disediakan tempat shalat/mushola, saya sampai ijin ikut sembahyang di ruang dokter.
Lalu bagaimana dengan hasilnya ? hemmm,....#garuk-garuk kepala#
Fungsi hati menurun dan tumor pada Liver saya membesar, dokter Sandra bilang ini bukan metastase dari kanker kolon. Saya sedikit bernafas lega, tapi dia bilang jika membesar terus harus dilakukan tindakan semacam tindakan memasukan alat atau cairan supaya tumor/hemangioma pada liver tidak membesar dan menimbulkan kerusakan pada tubuh lebih parah. Atau jika terus membesar dokter menyebutkan bisa saja diharuskan operasi pengangkatan hemangioma tersebut. Sayangnya resikonya sangat besar dan riskan bagi pasien.
Apapun itu,... apapun yang terjadi hari ini, itu adalah pembelajaran, proses hidup dan gift dari Yang Maha Tinggi. Sahabatku bilang.... Just is neng, accepting dulu...
" Ya, karena menerima dan hidup dengan apapun kepahitan dan ujian adalah bukan kekalahan, tapi kemenangan sebenarnya "
Masya allah :-(
ReplyDeleteSemangaaattt tante..
Ups,salam kenal sblmnya. Saya ina, masih 23 taun, bingung mau manggil apa. Tante irma aja ya? Hehe.
Wah itu tante nyetir sendirian ke klinik yg jauh dr rumah? Padahal kan tante sakit :-(
Mandiri banget...
Untung gak kelamaan gagap tolnya :-(
Hmmm semoga lekas menemukan pengobatan yg sesuai..en bs sembuh total..
Sugesti positif en keep spirit!
ga salah ga blajar sis
ReplyDeletehahaha...jangan trlalu gugup sis
ReplyDeletewaaah...ni aku aja sering ngrasain sis hahaha
ReplyDeletesemoga cepat sembuh ya mba :)
ReplyDeleteahahaaa.. ternyata mba irma punya penyakit sama kayak aku, itu namanya disorientasi mba.. asiiiiikkk... tambah temen lagi bwahahahaa....
ReplyDeletesetuju, heheheh
ReplyDeletegak ada yang ngante gitu Ir untuk kedokternya? semangat terus ya, hati2 dijalan
ReplyDeleteget well soon kaka irma, tetap sabar hadapi semua ini :)
ReplyDeleteaduh mbak kayaknya saya milih naik taxi.. hehe..
ReplyDeletetetep semangat ya mbak :)
Iya bener Mbak, kok nyetir sendiriannnnnnnn?? Lain kali harus ajak teman mbakkk.. Wadohhhh.. :(
ReplyDeleteCepat sembuh ya mbak, mudah2an masih banyak jalan alternative! Semangat. Saya sukaaaaaaaaaaaa banget sama kalimat terakhirnya. Peluk cium.
Menerima dan terus maju adalah kunci untuk hidup lebih baik. Aku tahu mbak sudah lama berjuang, bener-bener gak tahu lagi mau ngomong apa. Hanya satu doaku untuk mbak, agar mbak selalu dekat dengan-Nya dan kesehatan mbak makin membaik *peluk seerat-eratnya*
ReplyDeletesabar aja ya
ReplyDeletekomen back y
Apa yang datang dariNYA pasti baik, itu sudah cukup.
ReplyDeleteKeep fighting ya dek ... (peluk2) ^_^
setuju dengan yang ini. Syafakillah ka...
Delete;)
sukses selalu,,
ReplyDeleteayo semangat ...
ReplyDelete