Pages

10/11/2012

Keep Your Live*r


Sebenarnya saya ingin menulis tema yang berbeda hari ini, tapi saya ingin sekali lagi memberi semangat pada teman saya yg juga sedang berjuang menjadi penyintas kanker saat ini yang diam-diam selalu membaca blogku, terima kasih :)... dan teman saya yang lain, yang mendampingi ibunda terkasih dengan breast cancer.... Don't give up now !


Banyak hal yang terjadi dalam hidupku, setidaknya Tuhan menghadirkan dua kejutan besar disaat usiaku yang belum terlalu banyak. Bertemu jodoh lalu menikah diusia muda dan vonis kanker di usia 22 tahun.

Pria yang punya keberanian, begitu aku menyebut suamiku. Melamarku setelah  dikenalkan selang 5 bulan dengan gadis yang baru dua thn lulus SMA dan terpaut usia sangat jauh, usiaku 19 tahun dan nyaris belum bisa diandalkan dalam hal apapun :D
Tapi pernikahan itu mengubahku dari anak mama yang sangat manja dan dimanja menjadi mandiri dan lebih kuat dibanding ketika menjadi gadis kesayangan orang tuaku. 

Lalu kejutan kedua,... kanker mengubah total hidupku secara keseluruhan. Kadang aku fikir kanker adalah salah satu cara Tuhan mendidikku berkenalan dengan kesabaran, kekuatan diri, semangat, empati, mengatasi rasa sakit, perjuangan dan harapan dengan begitu indah dan sarat makna, juga membuatku berkenalan lebih dekat dengan Tuhan.

Vonis awal kanker ku sepuluh tahun yang lalu, dan seperti pasien kanker lainnya harus melewati tahapan remisi dari satu tahun bertahan, tiga tahun, lima tahun, sepuluh tahun begitu seterusnya. Kanker seolah membuat kita harus bersahabat dengan waktu. Tidak ada yang menjamin ditahun kesekian sel itu tidak kembali lagi. Kenyataan itu membuat para penyintas kanker sulit melupakan pengalaman kankernya yang melelahkan.

Tidak ada pelajaran paling efektif selain terpaksa ' merasakan ' rasa sakit bersamaan dengan ketakutan dalam zona berbahaya dan harapan yang samar.
Tidak ada orang yang memahami dengan begitu baik, bagaimana rasa sakit dan para pejuang kanker bertahan selain para sesama penyintas kanker itu sendiri... " jika ada yang tak mengerti, abaikan...anggap mereka gak gaul ;) " .

Andai sudah terlewati pun, banyak dari pejuang kanker yang masih membutuhkan waktu panjang menyembuhkan luka psikologisnya. Untukku pribadi pada akhirnya kanker bukan hukuman,...ini cara istimewa yang diberikan Tuhan pada sekian manusia yang mendapat kepercayaan begitu besar menanggungnya. " Kita dipercaya loh "  ;)

Yang kulakukan saat ini ? menjaga hubungan dekat dengan teman, kerabat, sahabat dan orang-orang terkasih dari pada terpuruk bersama orang-orang yang tidak perduli, dan kupastikan mereka tidak sepantasnya berada bersama ku sama sekali. Tidak terlalu serius menyikapi hidup, mencintai diri sendiri, menyertakan humor dan bersikap riang. Untuk seorang introvert hal seperti ini pun jelas butuh sedikit usaha. Juga makan yang baik, tidur cukup, dan tidak stress. Sepertinya mudah, tidak sesulit operasi,khemotherapy dan radiasi ;)

Aku masih mencari keseimbangan , prognosis dokter kanker masih menjadi ancaman untukku, tapi ijinkan aku hanya berfikir  " kanker memang kuat,...tapi tidak cukup kuat mematahkan semangat dan merengut harapan juga cinta, persahabatan dan senyuman kebahagiaanku "

Image from Google


Kalian tahu ? saya sungguh baik-baik saja sekarang, tak soal setumpuk obat yang harus saya minum setiap hari dan juga jadwal theraphy hingga beberapa bulan kedepan. 

 someone once asked me how i hold my head up so high after all i have been through...? i said ,... it's because no matter what ... i'm survivor , not a victim. Right ? ;)

And Now,... " KEEP YOUR LIVE*R "  of course colon too.... ^_^

 






 
 

 

 

8 comments:

  1. Dalam film Patch Adams, ada satu kata dari dokter unik itu yang selalu terngiang tentang pasiennya: salah satu cara meningkatkan kualitas hidup itu adalah dengan berdamai dengan penyakitnya, bahkan melupakannya bisa lebih baik...

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar,...saya sudah berdamai dgn penyakit saya, seringkali saya melupakannya. Tidak sampai lupa sama sekali, khwtr kalo sy melupakannya benar2, saya lupa untuk menjaga diri saya dgn baik :)

      terima kasih, sam ^^

      Delete
  2. yup, survivor
    bukan victim.

    mindset yang sangat bagus Mbak Irma...

    ReplyDelete
  3. *peluk mbak irma*

    kisah hidup kita gak jauh beda mbak.

    Aku nikah umur 22, dan 2,5thn kemudian lumpuh 80%. Sampai operasi 5x. Alhamdulillah masih kuat berdiri lagi skrg, kembali sehat dan berjuang demi anak-anak dan keluarga.

    We're survivor indeed!

    ReplyDelete
  4. artikelnya sangat bagus terimakasih banayak atas infonya.....!

    ReplyDelete
  5. Yang terpenting dari berbagai kejadian yang menimpa kita adalah kita harus yakin bahwa Alloh maha maha maha baik terhadap kita,tidak ada satupun perbuatan Alloh yg menyengsarakan atau menyakiti kita Ar Rohman,Ar Rohim semua sudah Alloh tetapkan dan diukur sebaik baiknya untuk kita. Alloh maha tau yg terbaik untuk kita,jika sakit, penderitaan ,kesusahan,cobaan menjadikan kita lebih dekat dengan Alloh bukan kah itu sebuah anugrah.Jadikan setiap kejadian menjadi jalan kita lebih mengenal siapa kita dan siapa Alloh,Dia (Alloh) yg menggenggam kehidupan kita,yg menggerakan setiap sel darah ditubuh kita.Tidak ada kata mustahil dlm kamus Alloh (kun fayakun).selalu berbaik sangkalah terhadap Alloh.Metodenya adalah Pray,Action bukan Action,Pray.Berdoa lah berdoalah berdoalah lalu berusaha karena kadang kita selalu menomor duakan Alloh sebelum berusaha padahal semua kehendak milik Dia (Alloh).Semoga bermanfaat,sekedar berbagi bahwa metode ini yg ibu saya terapkan untuk nikmat sakit kanker tenggorokan yang dideritanya..

    ReplyDelete
  6. Aahh..banyak belajar nih dari mba Irma. Terima kasih sharingnya ya mba ;)

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)