Pages

Showing posts with label Oleh-oleh. Show all posts
Showing posts with label Oleh-oleh. Show all posts

15/07/2015

Oleh-oleh Lebaran Dari Dapur Sendiri

 Rendang dan semur daging untuk oleh-oleh

Packing baju udah, service mobil udah, apa lagi ya untuk persiapan mudik ?
Yess, oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman. Nah bagian ini juga suka agak ribet sih, maunya bawa mentahnya aja gitu alias kartu ATM jadi praktis kan ya. Tapi apa daya, kebiasaan orang tua kayanya deh ya yang kata orang sunda kalo bisa ' ulah lengoh' katanya alias jangan cuma bawa tangan kosong. Bawalah buah tangan meski hanya kue kering atau buah-buah ^_^

Sebenarnya saya gak terlalu telaten urusan ginian, dulu sih cuex aja. Saya pikir lebih praktis bawa uang saku yang banyak trus tinggal di kampung kita berusaha nyenengin keluarga di sana xixixi. Tapi gak bisa cuex gitu ternyata kalau sudah beranak pinak ya :))). Khusus untuk oleh-oleh lebaran biasanya saya beliin baju lebaran untuk mama sama papa dan keponakan yang masih kecil-kecil. Nah untuk oleh-oleh makanannya setiap mudik lebaran saya bawa masakan rendang daging selain bawa kue-kue. Iya,... saya masak rendang sebelum mudik, biasanya untuk di rumah mertua 3 kg, begitu juga untuk di rumah mama saya 3 kg. Kebetulan mama gak pernah bikin rendang saat lebaran, itu ide awalnya kenapa saya masakin rendang untuk lebaran. #anakrajin #emakrajin #terpaksarajinmalusamakakakipar :)))

17/05/2013

Kuliner emak di kota Solo


Banyak cerita yang tersimpan pada Road ASEAN Blogger Festival 2013 kemarin, selain kami bisa menambah wawasan dari para pembicara hebat seperti Bapak Hermawan kertajaya, Bapak Haz Pohan dan beberapa pembicara lain yang tidak kalah menarik. Pada hari kedua kami diminta memilih ke beberapa pilihan kelas, dan pilihan saya adalah kelas Culinary dengan pembicara Mas Arie Parikesit ( Beliau gak mau dipanggil bapak seperti yang saya baca di twitter ) :D

Kenapa saya tertarik dan memilih kelas Culinary tentu bukan tanpa alasan, alasan pertama saya memang suka masak. Bukan pemburu kuliner dan tidak terlalu gembul soal makanan, tapi saya perduli dengan apa yang masuk ke perut saya. Saya juga ingin menambah wawasan saya tentang makanan itu sendiri, awalnya saya fikir di kelas itu saya akan mendapat banyak info makanan bahkan resep tapi sepertinya karena keterbatasan waktu hal itu tidak saya dapatkan.

Dari paparan Mas Arie Parikesit, saya jadi tahu bahwa kuliner saat ini menjadi salah satu aset pariwisata yang sangat berpengaruh. Dengan adanya instagram, facebook, twitter dan lain-lain, para social media enthusiast (bener gak nulisnya) sering kali menjadikan makanan sebagai objek foto dan dishare ke media social, menjadi salah satu cara makanan menjadi salah satu perburuan para wisatawan.

Oleh-oleh dari Mas Arie Parikesit, Culinary without border - ASEAN :
* Unique
* Share the same spirit of celebrating heritage identity
* Focus on people as much as product - by the people as product - by the people for the people.

Kita juga pasti sering merasa ngiler dengan salah satu foto teman kita yang mengupload makanan saat dia berkunjung ke suatu tempat, misalnya. Dan bisa dipastikan saat kita mengunjungi tempat itu, makanan itu akan menjadi salah satu tujuan wisata kita untuk mencicipinya.
Saat kita datang kesuatu tempat, hal pertama yang kita cari adalah makanan... tidak salah Mas Arie Parikesit menyebutkan bahwa Kuliner menjadi salah satu industri kreatif yang diperhitungkan saat ini.

Dan gak salah donk, kalau selama di Solo pun saya dan beberapa teman ingin mencoba beberapa kuliner yang ada disana. Kami sempat ke pusat jajanan malam Galabo, dan kafe tiga ceret, juga keliling Solo malam hari dengan becak nyari nasi liwet dan roti bakar. Oh ya,..ada satu pusat oleh-oleh yang saya datangi sebelum saya pulang ke Jakarta adalah toko kue ORION. Saya sempat borong sekardus penuh aneka cemilan disana.Yang khas katanya bolu Mandarin, harganya cukup mahal dan saya sempat membayangkan seperti apa bentuk dan rasanya ya ?. Agak sedikit kecewa sih karena pas dibuka, ini seperti bolu lapis surabaya yang di Bekasi atau Jakarta harganya hanya sekitar 30 ribuan, dan dengan ukuran yang sama di Solo saya beli dengan harga 70 ribu. Rasanya enak tapi di bekasi juga banyak bolu begini dengan harga lebih murah pula *_*

Yang masih tertinggal di lidah saya adalah Nasi Liwet Wonso lemu, hemm yummy.  Saya juga harus terus menahan diri memilih makanan yang sebenarnya banyak yang ingin saya coba. Tapi karena batuk yang terus mengganggu membuat saya menahan keinginan untuk icip-icip aneka macam jajanan dan minuman. Dan saya batal menikmati kelezatan Selat Solo hiksss.....



Galabo, Nasi Liwet Wongsolemu, sampai kafe Tiga ceret dengan menunya yang murah meriah


Tapi saya gak melupakan makanan sehat yang harus tetap saya konsumsi, seperti buah dan sayuran.







02/02/2013

Cerita di balik noda - Fira Basuki


Ruangan dengan dekorasi cantik , sofa motif batik hitam putih dengan dasar warna hitam dan beberapa tirai dan bunga rumput di cafe Kembang goela daerah Sudirman Jakarta semakin menambah kesan " wanita,... " itu sendiri. 
Tepat pukul 10 undangan sudah duduk dan siap menyimak launching buku kisah Inspirasi jiwa " cerita di balik noda " yang dituliskan kembali oleh Fira basuki. Penulis muda dan cantik yang sudah menerbitkan puluhan buku best seller di Indonesia ini.

Pembacaan salah satu judul dari kumpulan kisah inspiratif buku " cerita di balik noda " secara monolog oleh Sitok srengenge membuat saya terpaku. Sitok membacakan cerita ini dengan intonasi, ekspresi dan penghayatan yang membuat saya dan undangan lainnya serius menyimak dan enggan melewatkan.


Dilanjutkan dengan tampilnya Presenter beken Alvin adam yang memandu acara, lalu Mba Fira Basuki yang tampil cantik dengan gaun putihnya. Disusul prikolog keluarga ibu Sani B. hermawan yang akhirnya berbagi pentingnya membiarkan anak mengeksplorasi dunianya dengan leluasa. " biarkan anak menjelajahi lingkungannya, dan noda adalah salah satu hal yang tak bisa di hindari. Bisa noda cat, pasir, lumpur dan tanah. Dengan membiarkan anak mengeksplorasi dilingkungan dan alam, itu akan membantu membentuk nilai-nilai karakter pada anak. Menumbuhkan rasa percaya diri, dan pengembangan fisik dan mentalnya secara optimal " ujar Psikolog Sani B Hermawan tersebut.


 
Jika ibu Sani menjelaskan makna noda dalam artian noda kotoran seperti pasir, atau lumpur dan manfaat memberikan kebebasan bertanggung jawab bagi perkembangan anak. Maka Fira basuki memandang "noda " tidak hanya dalam sudut pandang "kotoran" yang melekat pada tubuh atau pakaian.
Tidak ada kehidupan tanpa noda, baik sebagai kesalahan atau pelajaran.  Bisa di bilang selalu ada cerita di balik noda, selalu ada hikmah yang bisa di ambil dari setiap kejadian baik kisah manis atau pahit.

Alvin adam nyaris membuat Fira Basuki meneteskan air mata saat bertanya tentang salah satu cerita dari 4 judul yang di tulis murni oleh Fira Basuki. Dari 42 cerita, 4 kisah terinspirasi dari pengalamannya. Sedangkan 38 diantaranya terilhami cerita ibu Indonesia yang mengikuti lomba penulisan " cerita di balik noda " kerjasama dengan ahlinya pembersih noda yaitu detergent Rinso. Judul " sarung ayah " yang membuatnya teringat almarhum suaminya yang meninggal saat Fira basuki tengah mengandung putrinya yang kedua. Air mata saya pun nyaris jatuh melihat penulis ibu dari dua orang putri itu menceritakan kisahnya dengan terbata dan menahan air mata.

Sesi tanya jawab, dilanjut berbagi cerita dari 2 undangan yang menceritakan pengalamannya dengan " noda " dan anak-anak lalu acara dilanjutkan dengan pengumuman doorprize.
Sebagai acara puncak Launching buku Fira Basuki di dampingi Christopher Oey sebagai senior brand manager Rinso yang turut hadir di launching buku tersebut.

Buku ini menurut saya bagus sekali di baca oleh para ibu di mana pun, bahkan oleh siapapun baik ayah, paman, ponakan, ana-anak, dll.
Banyak makna dan inspirasi yang bisa kita ambil dari kisah sehari-hari yang di kemas dengan apik oleh Fira Basuki. Buku ini mengingatkan pada bacaan favorite saya Chiken soup.

Banyak pelajaran yang bisa kita petik, khusus saya sebagai seorang ibu bahwa memberi kebebasan bertanggung jawab dengan membiarkan anak-anak kita bahkan untuk bermain kotor-kotoran itu baik, selama ada Rinso #eh. Dan selalu ada inspirasi dan pelajaran yang bisa kita ambil dari noda-noda kehidupan.
Dan Fira basuki menuliskannya dengan  begitu apik. 

Acara selesai hampir pukul 12 siang, seluruh undangan launching buku menuju buffet makanan yang homey banget. Beberapa teman blogger berkomentar, selain tempatnya nyaman makanannya pun nikmat. Ajang narsis pun di mulai,...blogger gak foto-foto memang sepertinya kurang sah :D







Sebelum meninggalkan acara, kami mendapat buah tangan berupa goddie bag cantik.Thank you undangannya,... dan sukses untuk bukunya mba Fira Basuki.