Sebuah buku dengan judul menarik, Sepotong Senja Untuk Pacarku ini membuat saya semakin bingung. Siapa gerangan pengirim buku ini ? sempat terlintas sebuah nama ketika di waktu yang lalu pernah mengirimkan buku-buku karena tokoh dalam buku itu bernama Senja atau bercerita tentang senja, tapi jelas itu tidak mungkin. Dengan ringan hati, dan berpikir akhh biarkan saja,... siapapun yang mengirimnya pasti hanya ingin buku ini saya baca.
Demi rasa penasaran pada buku karya Seno Gumira Ajidarma ini saya mulai membacanya, meski akhir-akhir ini hasrat membaca buku saya terkalahkan oleh browsing dan membaca artikel via gadget. Entah kemana terbangnya hasrat membaca dan tenggelam dalam rangkaian kata-kata pada sebuah buku atau novel. Bahkan sampai tulisan ini di tuliskan, ada 4 judul lagi dari beberapa judul cerpen pada buku ini yang belum usai saya baca. Tapi trilogi Alina membuat saya jatuh cinta. Tentang seorang pria bernama Sukab yang untuk membuktikan cintanya pada kekasihnya ( menurut pikirannya ) dia nekad mengerat Senja seukuran kartu pos, hingga membuat langit berongga karena senja yang indah dan kemerah-merahan itu dia potong dan dia kirimkan melalui surat pos untuk Alina. Ada juga balasan dari Alina, yang terlambat menerima senja dalam kartu pos sepuluh tahun kemudian karena tukang pos yang terlambat menyampaikan setelah ia terjebak dalam senja yang dikirim Sukab. Bingung... ? bagaimana bisa keindahan senja di kerat lalu dikirimkan untuk pembuktian cinta ? tidak perlu berfikir terlalu banyak dan keras dalam membaca buku ini, hanya nikmati dan imajinasikan pikiran dan rasa mengikuti sastra yang di tulis begitu indah.



