Pages

26/08/2013

Nyalon di Salon Thailand atau Salon Lokal


Siapa sih yang nolak kalau kulitnya mulus dan licin kaya kulit bayi. Atau rambut dan tubuhnya secantik bintang sinetron dan model ? kayanya sih gak ada yang nolak ya. Begitulah masyarakat kita dewasa ini, tontonan televisi , film , youtube, gaya hidup, dan lain-lain yang membuat sebagian orang berfikir bahwa kecantikan ragawi adalah segalanya. Haloooo.... kecantikan fisik itu bukan segalanya.

Informasi yang semakin bebas dan terbuka, mode dan trend dari mancanegara menyerbu dan menggempur memasuki tanah air tercinta. Sampai-sampai tampilan fisik pun memiliki standar tertentu. Kadangkala ungkapan   "Jangan menilai seseorang dari tampilan fisik " pun terlupakan.
Bicara soal kecantikan pasti gak akan jauh dari salon atau rumah kecantikan. Tempat perawatan bagi tubuh dan wajah, baik untuk pria dan wanita. Nyalon adalah istilah bagi wanita atau pria ( sebagian kayanya ) yang suka menghabiskan waktunya dengan melakukan perawatan di salon. Entah sekedar potong rambut, creambath, pijat, dan segala jenis perawatan dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Dari perawatan ala Eropa, perawatan traditional Indonesia sampai yang sedang trend saat ini adalah salon Thailand.  Ngomong-ngomong soal Thailand kok jadi ingat catatan perjalanannya mba Venus di buku The DestinASEAN yang saya baca semalam yang membahas pijat ala Thailand itu ya. Tentang sensasi enaknya dan kraaakkkk...kraakkkk...kraaakkkk...efek dahsyat pijatan di sebuah salon di Thailand yang membuatnya ketagihan.


Gimana kalau salon-salon lokal langganan kita  yang dekat dari rumah  itu tiba-tiba digantikan dengan salon-salon bersertifikat international seperti salon Thailand ?. Dengan tempat yang lebih menarik, pelayanan yang lebih baik, apalagi ditambah harga yang terjangkau. Belum lagi macam-macam perawatan unik ala Thailand, seperti pijat Thai, perawatan wajah alami ala Thai  atau pernah dengar nggak cantik alami ala Thailand yang ini ?. Mengencangkan kulit dan  mengecilkan pori-pori wajah,  meremajakan kulit dan menyamarkan kerutan tanpa operasi atau bahan kimia hanya dengan tehnik tamparan dan cubitan. Hah ? serius... itu yang saya baca dari web kecantikan terpercaya.  Agak mikir sih kalau tehniknya harus di cubit dan ditampar gitu ya. tapi tanpa bahan kimia dan operasi, terbukti hanya dengan teknik tampar dan cubit ??? hemmm... sanggup menahan sakit dicubit dan ditampar demi kulit mulus??

Tapi perawatan unik itu bisa jadi belum berani kali ya ke Indonesia, eh tapi siapa tahu dengan semakin terbukanya pasar ekonomi khususnya di ASEAN, apapun bisa saja hadir disini. 

Dengan berbagai tawaran menarik dan berbeda, bisa jadi salon lokal akan kehilangan pelanggannya. Belum lagi kalau salon lokal hanya menawarkan pelayanan sekedarnya yang kadangkala lupa pakai senyum dan perawatan ' biasa' maka selesailah sudah.  Siapa yang nggak mau kalau kulit dan wajahnya jadi sebening Natasha Nauljam, Kim So Yeon  atau Jeon Ji hyun artis-artis berwajah cantik dari Thailand. Ini salon neng, bukan mau bedah plastik  -__-

Credit

Tapi apabila pengusaha salon-salon lokal ingin tetap menjadi tuan di negrinya sendiri, tentu saja harus berani bersaing, menambah kreatifitas dengan terus  berinovasi mencari perawatan terbaik, inovasi tempat yang juga nyaman dan terus meningkatkan pelayanan terhadap konsumen ( ini penting ). Maka saya yakin kalau salon-salon lokal akan tetap dan terus menjadi salon pilihan terbaik para pelanggan. Bahkan jika salon lokal menguasai konsumen di negri sendiri, memiliki reputasi dan brand yang baik, SDM yang profesional dan loyal terhadap mutu produk bisa jadi bahkan mampu mencapai pasar di luar negri khususnya ASEAN.

Jadi kalau ada salon Thailand yang  menawarkan perawatan terbaik dengan sertifikat International apalagi jika terjangkau dan hadir di perumahan, saya mungkin gak akan tahan untuk tidak mencobanya.
Yang baru dan berbeda kadang bikin penasaran, dan melek dengan produk luar memang gak ada salahnya. Tapi masa sih gak lebih cinta dengan produk sendiri ? masa sih gak ingin produk dalam negri menjadi tuannya di negri sendiri ?  Yuk tetap membuka diri terhadap perubahan dan jangan takut bersaing. Kita harus mampu meningkatkan daya saing. Rubah mind set dan keluar dari zona nyaman untuk bersaing dimata dunia khususnya ASEAN.

Tulisan ini diikutsertakan dalam : #10daysforASEAN


9 comments:

  1. kalo salon deket rumah, salon langganan berubah jadi salon perawatan ala thailand... pastinya kita jadi bangkrut deh Mbak. meskipun pelayanannya enak dan bikin ketagihan, pastinya salon kayak gitu kan gak murah. hehehehhee....

    untung aku gak hobi ke salon.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya...nyoba aja mbak trus balik lagi ke salon lokal xixixiii....

      Delete
  2. Penasaran ama Thailand salon yang dibilang mbok Venus itu ya. Bisa membangkitkan sesuatu gak? Lapeeerrr gitu misalnya :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa mbak...membangkitkan hasrat untuk dipijit lagi alias ketagihan :))

      Delete
  3. mak nengnong udah cakep mau masuk ke salon apapun juga hehehee

    ReplyDelete
  4. Natasha Nauljam emang cantik ya...

    Tapi belom tentu juga ah saya mau nyobain salon Thailand, lha wong salon lokal yang murah meriah aja jarang dimasuki, hehehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehee...saya jg jarang nyalon mba, males nunggunya kecuali emang perlu banget untuk creambath atau potong rambut :)

      makasiih mba, salam untuk dede diana :)

      Delete
  5. Saya jarang nyalon, paling klo mau potong rambut sama ibu hehe... yang simpel dan gratis...

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)