Credit
Gara-gara lihat postingan foto makmin Tanti amelia beberapa hari lalu di fb yang memasang foto gerobak abang tahu gejrot (padahal gerobaknya doang ), jadilah di sore yang hujan ini ngidam tahu gejrot. Aseliii oma Tantii, pengen banget tahu gejrot yang biasanya saya makan saat mudik ke kampung halaman di kota udang sana. Tahunya yang gurih, dengan kuah manis, pedas dan gurih nya itu serasa jatuh air liur membayangkannya. Dan hanya tahu gejrot Cirebon yang rasanya susah dilupakan. Bahkan melihat postingan foto oma tanti, langsung terbayang tahu gejrot yang biasa saya makan saat mudik. Bingung juga sih, ini sebenarnya kangen tahu gejrotnya atau kangen mudiknya ya ? hahaha... entahlah. Saya pernah makan tahu gejrot di Jakarta, tapi kok rasanya berbeda dengan yang ada di Cirebon. Entah bedanya di mana, mungkin bukan beda rasa tahu gejrotnya tapi mungkin suasana yang berbeda kali ya.
Tahu gejrot adalah makanan atau jajanan traditional, salah satu makanan khas dari kota Cirebon. Makanan sederhana ini memiliki nama yang unik ya, tahu gejrot. Makanan ini berbahan dasar tahu kulit, yang di potong kecil-kecil lalu di taruh di atas piring tanah liat, setelahnya di siram kuah dari hasil ulekan kasar bawang merah, cabe rawit hijau, dan air gula jawa. Sederhana dan mudah membuatnya tapi rasanya juga khas dan enak. Selain penyajian dan namanya yang unik, tahu gejrot pun di makan dengan cara yang unik juga, bukan menggunakan
sendok dan garpu tapi menggunakan sepotong lidi.