Pages

07/12/2010

Jendela hati,.....

Wajah langit tampak berkabut dan gerimis luruh tampak suram terlihat di balik jendela,... meski rautmu merona,kadang berganti diam seperti biasa,atau mengulum senyum saat tak mampu bicara.
Bagaimana tidak, seluruh taman seolah bermurah hati memberikan aroma dan keindahannya kepadamu. Hingga kadang kau tertegun dan kehilangan kata,menerima begitu banyak tanpa memberikan apa-apa.

Segala yang terlalu banyak terkadang menghadirkan kabut yg bergulung menjadi dilema.
banyak yang berkecamuk di otakmu,kedalaman rasamu tergambar jelas dari kedua jendelamu yg sekilas kadang menyembunyikan tangis,menahan rasa,...menyembunyikan risau.

jangan terlalu lama memakai topeng kekuatan dan ketegaran,sedang hatimu bak kaca yg mudah pecah.Kelak akan mengkristal menjadi beku meski tampak bercahaya kau akan tetap merana.

Kini,...saatnya melembutkan hati,saatmu membuka jendelamu mencari apa yg sungguh-sungguh menghadirkan senyuman dari lubukmu yang terdalam.



21 comments:

  1. hmm, sendu itu begitu jelas terlihat.
    Pict orignl y teh.

    ReplyDelete
  2. Menanti senyum yang tulus...tanpa bersembunyi di balik tirai kelam....

    ReplyDelete
  3. auw auw auw.. terharu.. ehehehe

    ReplyDelete
  4. ketika..mata tidak bisa berbohong....jumpa lagi....mbak...di dunia blog....

    ReplyDelete
  5. Ah, aku suka...
    Kamu pintar deh merangkai kata. Love them all!

    ReplyDelete
  6. keren mbak...
    aku nggk bakat merangkai kata keren kayak gini mbak...
    sip...

    Semangat!!

    ReplyDelete
  7. Jadi ingat lagunya Peterpan mbak.
    Tapi buka dulu topengmu, buka dulu topengmu. Biar kulihat warnamu, kan kulihat warnamu.
    Begitu ya mbak...? hehehe

    ReplyDelete
  8. Seringkali kita harus menggunakan topeng saat berhadapan dengan orang lain.., guna menutupi apa yg sedang bergolak di hati... hehehe

    ReplyDelete
  9. Bukalah jendela hati, agar lebih mudah menerima kebenaran.

    ReplyDelete
  10. ini ceritanya menyembunyikan luka atawa kesedihan lewat senyum di wajah ya mbak.
    hmmm kadang kesedihan itu perlu disimpan rapat supaya orang tidak tahu kalo kitanya lagi sedih. karena takutnya ntar malah membuat risau orang-orang disekeliling kita.

    met pagi mbak...

    ReplyDelete
  11. selalu suka puisinya mbak senjaaa,,,,

    ReplyDelete
  12. sudah ketemu kan? biang keladinya??
    yang bisa menghadirkan senyum itu??

    hehehee

    ReplyDelete
  13. ayo mari melembutkan hati sis :d heheee

    ReplyDelete
  14. selamat soreeeee....

    mencoba menyelami tiap kata-kata yg sarat makna ini, dan berharap smg bukan tentang ibu guru yh...i hope...^_^

    ceriaaaa...^_^

    ReplyDelete
  15. mbak irma...monggo awardnya diambil..ya...he..he.he..

    ReplyDelete
  16. hmmmm.... yap mbak, emang sudah seharusnya kita mendengarkan apa kata hati nurani kita, untuk mengetahui apa yang sebenernya kita inginkan selama ini... :)

    ReplyDelete
  17. o ya mbak, maaf banget lama gak mampir. ni barusan mulai ngurusi blog lagi... masih ingat kan mbak?? sekarang blog saya pindah di http://www.jimox.asia mbak. yang jimox.net diserobot orang... kalau nggak keberatan link di bawah diupdate ya mbak.. :) ntar ditempat saya juga secepatnya saya update, ni masih ngatur tata letaknya dulu :)
    (jimox.net mengarah ke situs periklanan sekarang mbak. terimakasih. met aktifitas ... :) )

    ReplyDelete
  18. balik lagi mbak, link blog ini di blogku udah saya update... hehe... trims2... :)

    ReplyDelete
  19. mengapa warna senja selalu jingga
    sementar mata berbinar mengharap malam lebih berarti
    dan pagi menjadi bukti bahwa kau ada

    semoga benar, ia..... ADA

    ReplyDelete

Terima kasih kunjungan dan komentarnya, salam.... :)